PravadaNews – Kekhawatiran terhadap nasib pembangunan Stadion Barombong kembali mencuat. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yeni Rahman menilai stagnannya proyek tersebut bukan sekadar persoalan keterlambatan target penyelesaian, melainkan juga berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran yang nyata.
Yeni, yang dikenal vokal dalam isu pembangunan daerah, menyayangkan kondisi stadion yang hingga kini terkesan terbengkalai tanpa kejelasan kelanjutan.
Menurut Yeni, proyek yang telah berjalan setengah jalan itu seharusnya tidak dibiarkan berhenti begitu saja tanpa kepastian.
Yeni menegaskan, pemerintah provinsi bersama pihak-pihak terkait perlu segera mengambil langkah konkret untuk melanjutkan pembangunan stadion yang digadang-gadang menjadi salah satu infrastruktur olahraga strategis di Sulawesi Selatan tersebut.
“Masih ada beberapa bangunan dari Stadion Barombong yang belum tuntas. Jadi disayangkan sekali, karena sudah setengah jalan tapi tidak terpakai,” ujar Yeni, dikutip Rabu (5/5/2026).
Baca juga: Siapa Orang Kuat di Balik Pembangunan Stadion Barombong
Lebih lanjut, Yeni menyiratkan kekhawatirannya, jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, stadion tersebut bisa berubah menjadi bangunan tua yang tak lagi memiliki nilai guna.
Yeni bahkan menggunakan istilah populer di kalangan anak muda untuk menggambarkan kondisi proyek mangkrak tersebut.
“Kita khawatirnya nanti kalau kelamaan dia menjadi, istilahnya anak muda sih, jadi candi. Padahal bangunan itu harusnya bisa dimanfaatkan,” tambahnya.
Menurut Yeni, keberlanjutan proyek Stadion Barombong bukan hanya soal menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut tanggung jawab terhadap penggunaan anggaran publik.
Yeni menilai, setiap proyek yang telah menghabiskan dana besar harus memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Yeni pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap hambatan yang menyebabkan proyek tersebut terhenti. Selain itu, transparansi dalam pengelolaan proyek juga dinilai penting agar publik mengetahui perkembangan dan arah kebijakan ke depan.
Stadion Barombong sendiri sebelumnya direncanakan menjadi salah satu stadion representatif di kawasan timur Indonesia. Namun hingga kini, proyek tersebut belum menunjukkan progres signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Dengan kondisi yang ada, DPRD berharap pemerintah provinsi tidak hanya memberikan janji, tetapi juga aksi nyata untuk memastikan proyek tersebut dapat diselesaikan dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI Komisi 3 yang juga pemenang KWP Award 2026 Rudianto Lallo sebagai Legislator Muda paling humanis dan responsif belum memberikan tanggapan terhadap polemik yang terjadi di daerah dapilnya.















