Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Wibowo di Hotel Pullman, Jakarta. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Dradjad Ungkap Kunci UMKM Naik Kelas

Dradjad Ungkap Kunci UMKM Naik Kelas

PravadaNews – Modal tambahan belum cukup membawa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas tanpa pemberdayaan dan peluang bagi pelaku usaha untuk tumbuh bersama.

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo menyampaikan hal itu saat ditanya mengenai kendala UMKM dalam mengembangkan usaha di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (13/10/2026).

“Ya, naik kelas itu enggak cukup hanya dengan pembiayaan. Itu harus ada pemberdayaan dan juga perlu dengan kelompok, sehingga dengan demikian mereka akan bisa tumbuh bersama-sama,” tutur Dradjad.

Menurutnya, pelaku UMKM dapat membentuk kelompok melalui koperasi sebagai salah satu wadah untuk mengembangkan usaha bersama.

Sebagai contoh, Dradjad menyebut koperasi yang memiliki Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Keberadaan bank ini menunjukkan adanya peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui koperasi.

Dari contoh tersebut, Dradjad juga berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu berkembang dan menjalankan kegiatan usaha dengan baik.

“Jadi, insyaallah dengan kerja keras, kerja pintar, kerja cerdas, Koperasi Merah Putih bisa lebih berhasil dari koperasi yang punya BPR tadi,” lanjut Wamenko Dradjad.

Meski demikian, Dradjad menekankan keberhasilan koperasi bergantung pada model bisnis yang dijalankan. Selain model bisnis, Dradjad juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola kegiatan usaha koperasi.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan KDKMP dapat berperan sebagai penampung hasil produksi masyarakat, termasuk produk UMKM, untuk kemudian dipasarkan melalui gerai koperasi.

Salah satu contohnya yakni KDKMP Sorowako di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang telah menjual produk UMKM lokal. Berdasarkan keterangan Kementerian Koperasi (Kemenkop), koperasi ini memiliki 500 anggota dari sekitar 4.000 warga desa.

Namun, Ferry menjelaskan model bisnis dan kelayakan usaha KDKMP Sorowako masih terus disempurnakan agar koperasi dapat memberikan manfaat bagi para anggotanya.

“Proses operasionalisasi memerlukan kematangan model bisnis. Kami memohon doa dan dukungan agar KDKMP dapat berjalan berkelanjutan dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” kata Ferry dalam keterangan resmi Kemenkop yang dikutip Rabu (14/10).

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *