PravadaNews – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) mendorong pemanfaatan panas bumi tidak semata sebagai bagian dari transisi energi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi baru di daerah.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Pengembangan SDM dan Kewirausahaan Benny Indra Batubara menyebut energi baru terbarukan, termasuk geothermal, memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar aspek teknis.
“Energi baru terbarukan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga penggerak ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Benny dalam keterangan di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Baca juga : ESDM Cari Alternatif Impor Minyak
Benny menilai pemanfaatan langsung panas bumi berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari pertanian, pengolahan hasil bumi, budidaya perikanan, hingga pariwisata berbasis energi panas bumi.
Selain itu, kata Benny, sektor industri kecil dan menengah juga disebut dapat terdorong melalui pemanfaatan energi tersebut.
Menurut Benny, sejumlah wilayah seperti Ciater dan Kamojang telah menunjukkan bahwa panas bumi dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Indonesia sendiri memiliki sekitar 40 persen potensi panas bumi dunia, sehingga dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi hijau. Salah satu wilayah yang disorot adalah Sukabumi dengan potensi di kawasan Gunung Salak, Gunung Halimun, dan Kawah Ratu.
“Pemanfaatan langsung panas bumi memiliki irisan kuat dengan penguatan UMKM, hilirisasi produk lokal, pengembangan pariwisata, hingga penciptaan usaha berbasis energi terbarukan. Ini bagian dari strategi pembangunan ekonomi hijau daerah,” ujar Benny.
Dorongan tersebut mengemuka dalam pelatihan pemanfaatan langsung panas bumi yang digelar PPSDM KEBTKE bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi pada 29–30 April 2026. Kegiatan ini melibatkan aparatur daerah dan pengelola lokasi mata air panas.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi mulai dari regulasi, aspek teknis, keselamatan kerja, hingga praktik lapangan seperti uji sampling dan verifikasi perizinan. Pemerintah berharap penguatan kapasitas ini dapat menjadi fondasi pengembangan ekosistem geothermal berbasis ekonomi lokal.
PPSDM KEBTKE menyebut program tersebut sebagai upaya membangun sumber daya manusia energi yang adaptif terhadap kebutuhan industri sekaligus potensi daerah, dengan harapan pemanfaatan panas bumi dapat memberi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara lebih luas.














