PravadaNews – Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah mengungkap keberadaan “data abadi” di Gedung Bundar Kejagung. Febrie menyebut data tersebut berkaitan dengan berbagai perkara besar yang pernah ditangani.
Pernyataan itu disampaikan Febrie setelah dirinya dilimpahkan Tim 9 Kejagung ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Pelimpahan tersebut berlangsung pada Jumat (18/9/2026).
Febrie mengaku heran dirinya kini dituding melakukan pemerasan, sementara selama 33 tahun menjadi jaksa tidak pernah dijatuhi hukuman oleh bidang pengawasan Kejagung.
“Selama jadi jaksa 33 tahun, saya tidak pernah dijatuhi hukuman di Pengawasan,” kata Febrie.
Febrie juga mengaku sempat mempertanyakan tuduhan pemerasan itu kepada Tim 9 Kejagung. Febrie meminta para juniornya mencermati apakah dirinya pernah mengajarkan perbuatan seperti yang disangkakan kepadanya.
“Saya juga tadi bicara dengan anak buah saya, Tim 9, pernahkah selama saya yang mimpin, pernahkah diajari dengan perbuatan-perbuatan seperti itu?” ujar Febrie.
Pernyataan itu disampaikan Febrie saat hendak menuju mobil tahanan. Febrie berharap hakim nantinya dapat melihat secara jernih perkara yang menjerat dirinya. Febrie juga menyinggung sejumlah capaian yang pernah dilakukan Gedung Bundar saat dirinya memimpin.
“Banyak prestasi yang sudah disampaikan oleh kita di Gedung Bundar. Perubahan Gedung Bundar begitu besar ketika kita pegang,” kata Febrie.
Febrie kemudian menyinggung penanganan sejumlah perkara besar serta pengembalian aset melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Menurut Febrie, dirinya bersama jajaran Gedung Bundar telah menangani perkara-perkara besar.
“Apalagi Ketua Satgas PKH Rp300 triliun setahun kita kembalikan. Semua perkara besar kita ambil. Tapi akhirnya, justru kita yang digergaji,” ujar Febrie.
Dalam kesempatan itu, Febrie mengingatkan adanya basis data yang menurutnya akan terus tersimpan di Gedung Bundar. Febrie menyebut data tersebut memuat informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam perkara besar.
“Tapi jangan lupa, database di Gedung Bundar itu, itu akan menjadi data abadi,” kata Febrie.
Namun, Febrie meyakini para jaksa junior yang selama ini dididik di Gedung Bundar akan memiliki keberanian dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan rakyat.
“Saya yakin, junior saya ya, selama ini telah kita didik, itu pasti akan punya keberanian untuk bangsa dan untuk rakyatnya. Itu selalu yang kita tanamkan di Gedung Bundar,” kata Febrie.















