PravadaNews – Produksi perdana garam Rote Ndao dijadwalkan berlangsung pada September 2026, tapi sampai saat ini perusahaan yang akan membeli hasil panennya belum diumumkan oleh pemerintah.
Ketidakjelasan itu menyisakan pertanyaan mengenai tujuan hasil produksi setelah tambak dan gudang di kawasan tersebut mulai dioperasikan.
Perlu diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menggandeng PT Garam untuk mengelola Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao.
“Dengan dukungan pengalaman PT Garam sebagai BUMN pergaraman, kami optimistis program K-SIGN dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri garam nasional yang mampu mendukung percepatan swasembada garam,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
Kerja sama yang ditandatangani pada 2 Juli 2026 lalu ini mencakup pengoperasian, pemanfaatan, pemeliharaan, serta pengembangan kawasan garam.
Selanjutnya pembagian tugas antara KKP dan PT Garam akan diatur lebih rinci melalui perjanjian kerja sama lanjutan.
Namun, keterangan resmi itu belum menjelaskan apakah PT Garam hanya mengelola kawasan atau sekaligus menyerap hasil produksinya.
Peran tersebut menjadi penting karena pengelolaan fasilitas dan pembelian hasil panen merupakan dua bagian berbeda dalam rantai usaha garam.
Sebelumnya, KKP menawarkan pengembangan K-SIGN kepada badan usaha milik negara (BUMN) dan investor swasta pada Juni 2026. Rencana ini mencakup kegiatan produksi hingga pembangunan sistem distribusi terintegrasi.
Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose menyatakan, perusahaan akan memperkuat kapasitas operasional dan pengelolaan kawasan agar K-SIGN berjalan secara berkelanjutan.
“PT Garam berkomitmen mendukung pengelolaan K-SIGN melalui penerapan tata kelola yang profesional, penguatan kapasitas operasional, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” kata Abraham dalam keteranganya, dikutip Minggu (2/8).
Komitmen itu masih berfokus pada pengelolaan kawasan dan belum memuat penjelasan mengenai kontrak pembelian ataupun industri penerima pasokan pertama.
Selain calon pembeli, tujuan pengiriman juga menentukan penyerapan karena Rote terpisah dari sebagian besar pusat industri pengguna garam.
Dengan produksi yang dijadwalkan dimulai pada September, kepastian pasar K-SIGN akan bergantung pada pembeli, volume serapan, ataupun tujuan pengiriman yang ditetapkan.















