Ilustrasi Bullying di sekolah. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Nasional / Perang Total Lawan Bullying Sekolah

Perang Total Lawan Bullying Sekolah

PravadaNews – Kegiatan sosialisasi tentang bullying atau perundungan digelar di SD Kristen Bukit Pengharapan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, pada Kamis pagi, 16 April 2026, sebagai langkah konkret dalam menanamkan kesadaran kepada siswa sejak usia dini mengenai bahaya perilaku perundungan di lingkungan sekolah.

Program ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying, tetapi juga menekankan dampak serius yang dapat ditimbulkan, baik secara psikologis maupun sosial terhadap korban.

Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk lebih peka, berani melapor, serta membangun budaya saling menghargai antar sesama, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.

Baca juga: Praktisi: PP Tunas Upaya Preventif Hadapi Dampak Buruk Medsos 

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan jumlah kurang lebih 176 orang. Sosialisasi berlangsung di lingkungan sekolah dengan suasana tertib dan penuh antusias dari para peserta.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SD Kristen Bukit Pengharapan, Ali, S.Kom., S.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Ps. Kanit Samapta Polsek Sekayam, Aipda Bagiyo, yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuknya, serta jenis-jenis perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, Aipda Bagiyo menjelaskan bullying tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat berbentuk verbal, sosial, hingga cyberbullying yang dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban.

Selain itu, Bagiyo juga menyampaikan terkait kebijakan serta sanksi terhadap pelaku bullying, baik dalam konteks aturan sekolah maupun konsekuensi hukum yang dapat dikenakan apabila tindakan tersebut tergolong pelanggaran serius.

Lebih lanjut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak buruk bullying terhadap korban, mulai dari menurunnya kepercayaan diri, gangguan mental, hingga potensi trauma jangka panjang yang dapat memengaruhi masa depan anak.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan langkah-langkah konkret untuk mencegah terjadinya bullying, khususnya di lingkungan sekolah, dengan menanamkan nilai saling menghargai, empati, serta keberanian untuk melapor apabila terjadi tindakan perundungan.

Kapolsek Sekayam, AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., dalam keterangannya menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berakhlak baik.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak memahami sejak dini bahwa bullying adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Edukasi seperti ini penting untuk membentuk lingkungan sekolah yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Sutikno dikutip Minggu (19/4/2026).

Sutikno juga menambahkan, sinergi antara pihak kepolisian, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya perundungan.

Dengan kerja sama yang baik, diharapkan potensi bullying dapat ditekan secara maksimal.

Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa dapat lebih memahami bahaya bullying serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan bebas dari perundungan

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *