Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Perum Bulog, Jakarta. (Foto: Dok. Intan Afrida Rafni)

Beranda / Ekonomi / Harga Jagung SPHP Rp5.000 per Kg untuk Peternak Ayam

Harga Jagung SPHP Rp5.000 per Kg untuk Peternak Ayam

Pravadanews – Pemerintah menyalurkan jagung dengan harga Rp 5.000 per kilogram (kg) melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Penyaluran jagung dengan harga murah itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peternak ayam. 

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan dalam penyaluran tersebut, pihaknya melakukan distribusi jagung dari sejumlah daerah untuk memenuhi kebutuhan peternak di berbagai wilayah. Pasokan tersebut berasal dari sejumlah daerah, antara lain Gorontalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan.

Rizal mengatakan, harga jagung SPHP sebesar tersebut lebih rendah dibandingkan harga pasar yang disebut mencapai sekitar Rp 8.000 per kg.

“Kalau SPHP itu harganya Rp5.000 per kilogram. Kalau di pasar sekitar Rp8.000,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Dalam penyalurannya, sekitar 15.000 ton jagung dibongkar melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Pasokan itu direncanakan untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Bulog menyiapkan alokasi masing-masing 5.000 ton untuk Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Jawa Barat dan Banten. Selain itu, lebih dari 5.000 ton jagung juga disiapkan di Lampung untuk kebutuhan peternak.

Di sisi lain, penyerapan jagung dari petani masih menghadapi tantangan kualitas. Maka dari itu, Bulog menetapkan kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 55 bagian per miliar atau parts per billion (ppb) sebagai persyaratan jagung yang dapat diserap.

Jagung dengan kadar air di atas ketentuan berpotensi tidak memenuhi standar penyerapan. Oleh karena itu, penanganan pascapanen dan ketersediaan fasilitas pengeringan menjadi penting untuk menjaga mutu jagung sebelum disalurkan kepada peternak.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, terkait dengan produksi jagung, pihaknya akan pemberian benih gratis untuk lahan seluas 20.000 hektare hingga Desember 2026.

Dalam skema tersebut, peternak ayam dan koperasi akan bekerja sama dengan petani untuk menanam jagung. Nantinya, hasil panen dapat dibeli oleh peternak yang terlibat dalam kemitraan, sedangkan kelebihan produksi akan diserap Bulog sebagai offtaker.

“Kalau ada kelebihan, Bulog menjadi offtaker,” ucap Amran.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *