PravadaNews – Dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 tidak hanya membawa semangat baru bagi para siswa yang kembali bersekolah, tetapi juga menjadi berkah bagi para pedagang di sekitar lingkungan sekolah.
Aktivitas belajar mengajar yang kembali berlangsung membuat kawasan SDN Beji 4 dan SDN Beji 6, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, kembali ramai oleh lalu lalang siswa dan orang tua, sehingga membuka peluang meningkatnya pendapatan para pelaku usaha kecil yang mengandalkan pembeli dari lingkungan sekolah.
Peluang tersebut dirasakan pedagang mochi, yakni Dita setelah lingkungan sekolah kembali dipenuhi siswa dan orang tua pada Senin (13/7/2026).
“Alhamdulillah senang bisa jualan lagi. Lumayan, keuntungannya bisa dipakai buat kebutuhan,” kata Dita saat ditemui PravadaNews di lapaknya.
Penjualan mochi menjadi salah satu sumber pendapatan harian Dita. Aktivitas sekolah memberinya kesempatan memperoleh pembeli yang sempat berkurang selama masa libur.
Meski lingkungan sekolah telah ramai, pembelian mochi pada pagi hari belum banyak. Sebagian besar siswa, tuturnya, masih mengikuti kegiatan hari pertama di dalam sekolah.
“Belum terlalu rame sih kalau pagi, baru ramenya siangan nanti,” jelas pedagang kaki lima itu.
Hari pertama sekolah, menurutnya, masih diisi pengenalan lingkungan dan pembagian kelas. Kegiatan tersebut membuat siswa belum banyak mendatangi lapak makanan sejak pagi.
Berdasarkan pantauan PravadaNews sekitar pukul 09.30 WIB menunjukkan sejumlah siswa mengikuti kegiatan di lapangan. Pada saat bersamaan, banyak orang tua juga terlihat menunggu di luar pagar sekolah.
Kembalinya aktivitas tersebut turut meramaikan lapak makanan, minuman, hingga mainan di sekitar sekolah. Beberapa siswa terlihat membeli cilor, es, serta martabak.
Jumlah pengunjung terlihat berbeda pada setiap lapak. Pedagang mainan menerima kunjungan siswa paling banyak, sedangkan pembeli makanan masih datang secara bergantian.
Sebelumnya, momentum libur dan dimulainya tahun ajaran baru turut membuka peluang peningkatan konsumsi masyarakat. Pergerakan ini juga dapat menjangkau usaha makanan dan perdagangan skala kecil.
“Momentum libur sekolah menjadi saat yang tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mendorong konsumsi masyarakat,” kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Selasa (9/6).
Pergerakan masyarakat selama periode tersebut memperluas kesempatan pelaku usaha memperoleh pembeli. Namun, dampaknya dapat berbeda karena setiap pedagang memiliki jenis barang dan sasaran konsumen yang tidak sama.
Dengan demikian, kembalinya kegiatan sekolah membuka kembali ruang usaha di lingkungan pendidikan. Penjualan yang sebelumnya bergantung pada aktivitas siswa mulai berjalan lagi setelah masa libur berakhir.














