Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei. (Foto: Dok. Kantor Berita IRNA)

Beranda / Mancanegara / Iran Tak Akan Maafkan AS

Iran Tak Akan Maafkan AS

PravadaNews – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengatakan negaranya tidak akan melupakan atau memaafkan kejahatan AS yang menargetkan warga sipil di kota Lamerd bagian selatan.

Baqaei menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin (25/5), setelah bertemu dengan Seyyed Mousa Mousavi, perwakilan parlemen Mehr dan Lamerd.

Dalam pesan yang diposting di X, Baqaei mengatakan dia telah diberi pengarahan tentang “rincian mengerikan dari serangan rudal Amerika yang menghancurkan sebuah gedung olahraga di kota Lamerd, Provinsi Fars.”

Dia mengatakan serangan itu terjadi pada sore hari tanggal 28 Februari, hari yang sama ketika siswa di sekolah Shajareh Tayyebeh di Minab dibantai dengan tiga rudal Tomahawk AS.

Baca Juga: Iran Ogah Tunduk dari Tekanan Musuh

Pada hari pertama perang agresi AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, sekolah dasar khusus perempuan Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran selatan, menjadi sasaran serangan rudal AS, menewaskan sedikitnya 175 orang, termasuk 168 siswi.

Baqaei mengatakan bahwa daerah pemukiman di Lamerd, termasuk aula olahraga, menjadi sasaran empat Rudal Serangan Presisi AS.

“Serangan itu menewaskan 24 orang, termasuk seorang gadis berusia 2 tahun, beberapa pemain voli remaja, dan perempuan serta laki-laki lainnya. Lebih dari 130 orang terluka, banyak di antaranya kini mengalami cacat permanen,” kata Baqaei melansir Kantor Berita IRNA, dikutip Rabu (27/5/2026).

Menurut Baqaei, rudal-rudal tersebut meledak di udara sebelum mengenai sasaran dan menyebarkan lebih dari 180.000 pelet tungsten berkecepatan tinggi ke segala arah.

“Ini bukan kesalahan,” katanya, menambahkan bahwa sekarang “tidak ada keraguan” bahwa militer AS telah menggunakan rudal untuk pertama kalinya guna menguji daya hancurnya terhadap lingkungan perumahan dan fasilitas olahraga.

Ia menggambarkan serangan itu sebagai “kejahatan perang yang keji” dan mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab “harus dimintai pertanggungjawaban di hadapan pengadilan yang berwenang.”

“Bangsa Iran tidak akan pernah melupakan putra dan putri mereka yang gugur,” kata Baqaei. “Kami tidak akan melupakan atau memaafkan kejahatan ini.”

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *