PravadaNews – Indonesia masih membutuhkan impor untuk memenuhi kebutuhan tiga komoditas pangan, yakni daging, susu, dan kedelai.
Pasalnya, pasokan ketiga komoditas tersebut dari dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan nasional. Kondisi itu membuat pemerintah mengandalkan pasokan luar negeri.
“Saat ini di tiga itu kita masih, masih kurang kan. Tiga itu ya daging, kemudian susu, sama kedelai,” ujar Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman di Gedung DPR RI, Rabu (16/9/2026).
Amran menjelaskan upaya mencapai swasembada terhadap ketiga komoditas tersebut membutuhkan waktu. Sebab, peningkatan produksi daging, susu, dan kedelai dianggap memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan komoditas seperti beras dan jagung.
Kendati demikian, pihaknya tengah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor secara bertahap dengan meningkatkan kemampuan produksi di dalam negeri.
Strategi tersebut dilakukan dengan cara memperbesar porsi produksi domestik sehingga kebutuhan dari luar negeri dapat terus ditekan.
“Memang sapinya kita impor. Bagaimana supaya, tapi pelan-pelan yang tadinya mungkin 60-40, lama-lama 55. lama-lama kita yang 60 dan seterusnya. Itu yang kita harapkan ke depannya,” jelas Amran.
Di sisi lain, Amran mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada terhadap delapan dari 11 komoditas pangan yang menjadi sasaran pemerintah.
Sejumlah komoditas yang disebut telah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri di antaranya beras, jagung untuk pakan, bawang merah, ayam, dan telur. Bahkan, beberapa di antaranya disebut telah memiliki pasokan yang cukup untuk diekspor.
Meskipun begitu pemerintah akan terus meningkatkan produksi daging, susu, dan kedelai agar ketergantungan Indonesia terhadap pasokan dari luar negeri dapat dikurangi secara bertahap.
“Nah, itu pelan-pelan kita coba untuk kita masukkan seperti itu,” ucap Amran.















