PravadaNews – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi para korban gempa bumi yang melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk respons tanggap darurat guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak yang kini tengah menghadapi kondisi sulit pascabencana.
Bantuan yang didistribusikan mencakup berbagai kebutuhan penting, mulai dari makanan siap saji, kasur, selimut, hingga sandang untuk anak-anak dan orang dewasa, serta tenda untuk tempat tinggal sementara.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus memastikan mereka tetap mendapatkan perlindungan dan kebutuhan hidup yang layak selama masa pemulihan berlangsung.
“Kami langsung diinstruksikan Pak Menteri secepatnya menyalurkan bantuan Kemensos untuk penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Flores Timur. Bantuan dikirim dari Gudang Sentra Efata Kupang, NTT pada hari Senin, 13 April 2026 ke Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur,” kata Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos Masryani Mansyur (Cece) dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa (14/4/2026).
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi pada Rabu (8/4) sekira pukul 23.17 WIB. Lokasi pusat gempa berjarak sekitar 22 kilometer arah tenggara Kabupaten Larantuka, NTT dengan kedalaman 10 kilometer.
Adapun rincian bantuan yang disalurkan, yakni makanan siap saji sebanyak 600 paket; makanan anak 400 paket; lauk pauk siap saji 500 paket; kasur dan selimut masing-masing 100 lembar; kidsware 104 paket; serta family kit 100 paket. Kemudian, sandang anak 94 paket; sandang dewasa 100 paket; tenda gulung 100 lembar; dan 2 unit tenda serbaguna.
Akibat gempa tersebut, sebanyak 1.309 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Beberapa lokasi yang terdampak bencana alam ini adalah Desa Terong, Desa Lamahala Jaya, Desa Motonwutun, Desa Watobuku, Desa Dawataa, Kelurahan Waiwerang Kota, Desa Ipi Ebang, dan Desa Karing Lamalouk.
Selain mengirimkan bantuan logistik, Cece mengungkapkan, pihaknya juga telah mendirikan tenda darurat dan tenda keluarga di lokasi yang dan tersebar di beberapa titik terdekat rumah warga agar mudah dijangkau.
“Lokasi dipilih di area terbuka yang bebas dari potensi bahaya gempa susulan atau longsor,” jelas Cece.
Cece mengatakan, jajaran Kemensos pun melakukan asesmen dan pendataan terhadap warga yang terdampak gempa, tingkat kerusakan rumah, fasilitas umum/sosial, serta kondisi masyarakat secara menyeluruh. Kemudian, menyediakan tim medis untuk menangani korban luka ringan dan memantau kesehatan warga di lokasi pengungsian, hingga melakukan kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak yang mengalami ketakutan akibat gempa dan gempa susulan.
“Tim gabungan terdiri dari dinas terkait, BPBD, TNI, Polri, masih aktif di lapangan untuk mendirikan tenda darurat, mendistribusikan logistik, dan memantau situasi. Secara umum, situasi mulai terkendali, namun proses pemulihan masih membutuhkan waktu, terutama dalam hal perbaikan rumah dan pemulihan kondisi mental warga,” ungkap Cece.














