PravadaNews — Bek Timnas Indonesia Kevin Diks membawa pengalaman tampil di sejumlah pertandingan final menjelang duel melawan Thailand. Kevin ingin pengalaman tersebut membantu para pemain Garuda menjaga fokus sepanjang laga perebutan gelar FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia akan menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB. Diks berpotensi tampil sebagai starter sekaligus menjalankan peran kapten menggantikan Jay Idzes yang mengalami cedera.
Diks bukan pemain yang asing dengan atmosfer pertandingan penentu gelar. Sebelum bersama Timnas Indonesia, Kevin telah merasakan sejumlah final ketika memperkuat klub di Eropa.
Diks pernah meraih KNVB Cup 2016/17 bersama Vitesse dan KNVB Cup 2017/18 bersama Feyenoord. Kevin juga mengangkat trofi Johan Cruijff Shield 2017 bersama Feyenoord serta dua Danish Cup bersama Copenhagen pada 2022/23 dan 2024/25.
Dalam perjalanan meraih gelar tersebut, Diks juga terlibat langsung dalam pertandingan final. Pada final KNVB Cup 2016/17, yang menjadi gelar pertama dalam kariernya, ia tampil sebagai pemain pengganti.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal Diks ketika memberikan pesan kepada rekan-rekannya di Timnas Indonesia. Ia mengingatkan bahwa pertandingan final memiliki karakter yang berbeda dibandingkan laga-laga sebelumnya.
“Hal yang saya coba sampaikan kepada beberapa pemain berasal dari pengalaman saya bermain di pertandingan final, (bahwa) final adalah pertandingan yang berdiri sendiri,” kata Diks dikutip Senin (5/10/2026).
Menurut Diks, hasil pertandingan final sulit diprediksi karena berbagai hal dapat terjadi selama laga. Karena itu, Kevin meminta para pemain Indonesia tetap menjaga konsentrasi agar tidak kehilangan fokus.
“Apa pun bisa terjadi, tetapi jika Anda tetap fokus, itu sudah menjadi setengah dari perjuangan,” ujar Kevin menambahkan.
Diks juga menyoroti pentingnya memperhatikan detail kecil selama pertandingan. Menurut Diks, kesalahan sekecil apa pun dapat memberikan kesempatan bagi lawan untuk mengambil keuntungan.
“Satu kesalahan kecil bisa menjadi pembeda. Di sisi lain, tim lawan bisa meraih keuntungan dari kelengahan yang dilakukan pemain. Jangan terbawa emosi atau hal-hal lainnya karena Anda harus tetap fokus selama 100 menit, bahkan mungkin lebih,” tutur Diks.
Pemain Borussia Mönchengladbach itu juga mengingatkan bahwa satu kejadian dapat menentukan hasil ketika dua tim dengan kualitas bagus bertemu. Diks menjadikan pengalaman bermain di sejumlah final sebagai dasar untuk menyampaikan pesan tersebut kepada skuad Garuda.
“Satu momen bisa menjadi penentu dalam pertandingan final. Jika dua tim bagus saling berhadapan, satu momen saja sudah cukup dan satu momen dapat menentukan pertandingan. Itulah yang berusaha saya sampaikan berdasarkan pengalaman saya,” ucap Diks.
Pengalaman Diks di pertandingan final kini menjadi bagian dari persiapan Indonesia menghadapi Thailand. Dengan statusnya sebagai kapten pengganti Jay Idzes, Diks berpotensi membawa pengalaman tersebut langsung ke lapangan pada laga penentu FIFA ASEAN Cup 2026.















