PravadaNews – Kabar duka tidak selalu berujung pada suasana muram. Dalam film Gak Ada Matinya, kematian seorang ayah justru menjadi awal dari serangkaian situasi tak terduga yang membalut kisah keluarga dengan komedi.
Film ini mengikuti perjalanan Binsar, seorang pria yang tengah berada di titik sulit dalam hidupnya setelah kehilangan pekerjaan dan harus berhadapan dengan tunggakan utang KPR.
Di tengah persoalan tersebut, hubungan Binsar dengan sang ayah, Luhut, juga tidak berjalan harmonis.
Namun, keadaan berubah ketika Luhut dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit, membawa Binsar ke dalam situasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Di tengah kabar duka tersebut, Binsar mengetahui bahwa ayahnya ternyata memiliki polis asuransi jiwa dengan uang pertanggungan mencapai Rp2 miliar.
Bagi Binsar yang sedang terlilit masalah ekonomi, kabar tersebut menjadi sesuatu yang dianggap dapat mengubah kehidupannya.
Film Gak Ada Matinya menghadirkan cerita komedi keluarga yang berawal dari sebuah kabar duka, tetapi justru berubah menjadi situasi yang tidak terduga.
Film ini mengikuti kisah Binsar, seorang pria yang sedang menghadapi masalah keuangan setelah kehilangan pekerjaan dan terlilit tunggakan utang KPR.
Binsar diperankan oleh Oki Rengga, sementara ayahnya, Luhut, diperankan oleh Mathias Muchus.
Hubungan Binsar dengan sang ayah selama ini tidak berjalan baik. Namun, keadaan berubah ketika Luhut dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Di tengah kabar duka tersebut, Binsar mengetahui bahwa ayahnya ternyata memiliki polis asuransi jiwa dengan uang pertanggungan mencapai Rp2 miliar.
Bagi Binsar yang sedang terlilit masalah ekonomi, kabar tersebut menjadi sesuatu yang dianggap dapat mengubah kehidupannya.
Di tengah situasi tersebut, hadir Fahri yang diperankan oleh Fedi Nuril, seorang penyelidik asuransi.
Kehadiran Fahri ikut memperumit keadaan dan membuat persoalan yang awalnya terlihat sederhana berubah menjadi kekacauan.
Film Gak Ada Matinya mengemas konflik keluarga, persoalan ekonomi, asuransi, serta hubungan antara anak dan orang tua dalam balutan komedi.
Kejadian Luhut yang mendadak hidup kembali menjadi awal dari berbagai persoalan baru yang harus dihadapi Binsar.
Film ini disutradarai Etienne Caesar dan ditulis oleh Ridho Brado. Produksi film berada di bawah MD Pictures dengan produser Manoj Punjabi dan Muhadkly Acho.
Selain Oki Rengga dan Mathias Muchus, Gak Ada Matinya juga dibintangi Mikha Tambayong, Fedi Nuril, Lolox, Yoshi Sudarso, Benidictus Siregar, Gita Bhebhita, Aci Resti, Arief Didu, Jared Ali, dan Ilham Akbar.
Dengan premis tentang seorang anak yang sudah telanjur berharap mendapatkan uang pertanggungan, tetapi justru harus berhadapan dengan ayahnya yang hidup kembali, Gak Ada Matinya menawarkan cerita yang memadukan humor, persoalan keluarga, dan situasi tak terduga.















