PravadaNews – Bekas Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menuliskan sepucuk surat kepada Kepala BGN terpilih Nanik Sudaryati Deyang. Tulisan surat tersebut penuh makna yang tersirat.
Diketahui, Sony saat ini berstatus sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam surat yang ditulis tangan itu dan diunggah Instagram pribadinya pada Rabu malam, Sony mengucapkan selamat atas penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN.
Jabatan tersebut didapat setelah Presiden RI Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari kepala BGN.
Namun ucapan tersebut disertai kalimat yang memunculkan tanda tanya lantaran berisi tentang diksi yang mengandung frasa “hadiah” terhadap dirinya.
“Kepada yang terhormat Ibu Nanik S. Deyang. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya,” tulis Sony dalam surat yang ditujukan kepada mantan koleganya itu.
Dalam postingan di Instagramnya itu @sonysanjaya, Sony tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud dengan “hadiah” tersebut.

Ketiadaan penjelasan membuat frasa itu terbuka untuk berbagai penafsiran, terutama mengingat posisinya saat ini sebagai tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam perkara yang berkaitan dengan program unggulan pemerintah di bidang pemenuhan gizi.
Unggahan itu juga disertai narasi keterangan yang bernada suportif terhadap kepemimpinan baru di BGN. Sony menyebut jabatan yang saat ini diemban Nanik sebagai amanah besar.
Sony mengaku bahagia melihat seorang rekan yang memperoleh tanggung jawab yang lebih luas dalam pengabdian kepada negara.
“Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa,” tulis Sony.
Mantan perwira polisi itu turut menyampaikan doa agar Nanik diberikan kesehatan, kekuatan, jalan kemudahan dalam rangka menjalankan tugasnya.
Sony juga berharap kepala BGN yang baru dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui lembaga yang memegang peran paling sentral dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.
“Teruslah menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang. Doa terbaik selalu menyertai setiap langkah pengabdian untuk Indonesia,” tutup Sony dalam tulisan yang diunggahnya.














