PravadaNews — Harga beras di Pasar Jengkol, Tangerang Selatan, mengalami kenaikan pada Jumat (6/11/2026). Meski demikian, kenaikan yang relatif kecil membuat sebagian pembeli belum menyadari perubahan harga tersebut.
Pantauan di toko beras tradisional Juragan Pangestu menunjukkan sejumlah varietas beras dijual dengan harga berbeda. Kenaikannya disebut mencapai sekitar 1 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Penjaga toko Juragan Pangestu, Malik, mengatakan kenaikan terjadi setelah harga pembelian beras dari gudang ikut meningkat. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
“Iya ada kenaikan harga sedikit dari gudangnya. Jadi kita juga harus naikin,” kata Malik, Jumat (6/11/2026).
Di toko tersebut, beras Pera IR dijual Rp10.600 per liter, sedangkan varietas Pera IR42 dibanderol Rp11.100 per liter. Sementara itu, beras Pandan Wangi dijual Rp11.600 per liter dan beras Pulen mencapai Rp12.150 per liter.
Untuk jenis premium, beras Rojo Lele yang memiliki tekstur sangat pulen dijual Rp15.650 per kilogram. Harga tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan angka acuan pasar bulan sebelumnya yang disebut berada di kisaran Rp15.500 per kilogram.
Meski terjadi kenaikan, stok beras di Juragan Pangestu masih tersedia dalam jumlah melimpah. Hal itu terlihat dari tumpukan karung beras berukuran 50 kilogram di gudang penyimpanan serta kemasan beras premium berukuran 5 kilogram.
Wadah-wadah beras eceran di area penjualan juga terlihat terisi penuh. Beragam pilihan jenis dan harga tersebut memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk menyesuaikan pembelian dengan anggaran rumah tangga.
Malik mengatakan kenaikan harga belum berdampak signifikan terhadap kelancaran penjualan. Menurut Malik, beras tetap menjadi kebutuhan pokok sehingga konsumen masih memiliki pilihan sesuai kemampuan belanja.
“Kayanya kita jualan lancar aja ya. Karena ini kan kebutuhan pokok, ditambah meskipun naik mungkin masih terjangkau juga oleh pembeli,” kata Malik.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Gannisa, mengaku tidak menyadari adanya kenaikan harga beras. Ia menilai perubahan harga yang tidak terlalu besar membuat dampaknya belum terasa ketika berbelanja.
“Jadi saya tidak sadar dengan adanya kenaikan harga beras ya. Kalau naiknya langsung di angka Rp500-Rp1000 mungkin langsung terasa di kitanya,” kata Gannisa.
Pengalaman Gannisa menunjukkan kenaikan harga yang relatif kecil belum tentu langsung disadari konsumen. Terlebih, pedagang masih menyediakan berbagai jenis beras dengan rentang harga yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembeli.













