Menteri Perindustrian, Sarmuji (kemeja putih) saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta. (Dok. Intan Afrida Rafni).

Beranda / Ekonomi / Belanja TKDN Pertamina Tembus Rp24 Triliun

Belanja TKDN Pertamina Tembus Rp24 Triliun

PravadaNews – Belanja perusahaan pelat merah menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat penyerapan produk industri nasional. PT Pertamina (Persero) mencatat, pembelanjaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai Rp 24 triliun secara year to date pada 2026.

Senior Vice President (SVP) Government Program Management Pertamina, Brahmantya Satya Murti, mengatakan peningkatan TKDN Pertamina pada tahun ini mencapai maksimal 49 persen.

“Kita ini di tahun ini peningkatan TKDN maksimal di 49 persen dan target kita di tahun ini untuk pembelanjaan TKDN di alhamdulillah sampai year to date-nya di Rp 24 triliun,” uhar Brahmantya di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Sementara itu, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizona Suardin mengatakan, pihaknya masih terus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri melalui kolaborasi dengan pelaku industri nasional. Tujuannya, agar kebutuhan industri di lingkungan Pertamina Group dapat dipenuhi oleh perusahaan nasional.

“Ya kita terus tingkatkan. Makanya kenapa kami berkolaborasi dan ingin mengintegrasikan data pabrik dan pembuat komponen dalam negeri agar kita bisa maksimalkan pemanfaatannya untuk kebutuhan Pertamina Group,” kata Jaffee.

Lebih lanjut, Jaffee menjelaskan, Pertamina juga membuka peluang kerja sama dengan pemilik perusahaan dan teknologi dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan industri perusahaan.

Nantinya dalam peluang tersebut, Pertamina akan mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan produk dan teknologi yang telah dikembangkan perusahaan dalam negeri. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan produk lokal di lingkungan Pertamina Group.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Sarmuji mengatakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Pertamina akan melakukan pertukaran data untuk peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Maka dari itu, informasi mengenai kebutuhan Pertamina diperlukan agar Kemenperin dapat mempertemukan perusahaan tersebut dengan industri nasional yang menyediakan produk sesuai kebutuhan.

“Kita akan tukar menukar data, terutama untuk kepentingan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Kita akan memberikan data yang dibutuhkan oleh Pertamina supaya penggunaan produk dalam negeri di Pertamina itu makin luas dan makin besar lagi,” jelas Sarmuji.

Diketahui, kata Sarmuji, Pertamina sendiri memiliki potensi besar dalam penyerapan produk industri nasional karena besarnya kebutuhan belanja perusahaan.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap belanja Pertamina dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan industri nasional sekaligus memperluas pasar bagi produsen komponen dalam negeri.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *