Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau langsung ketersediaan serta harga barang kebutuhan pokok di Pasar Minggu (Pasming), Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/3/2026). (Foto: Istimewa)

Beranda / Ekonomi / Pemerintah Kaji Ulang HET Minyakita

Pemerintah Kaji Ulang HET Minyakita

PravadaNews – Pemerintah akan mengkaji ulang Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita yang saat ini sebesar Rp15.700 per liter. Sebab, harga eceran tersebut sudah tiga tahun tidak dilakukan penyesuaian.

“Sudah tiga tahun lebih, Rp15.700 kan, semua harus disesuaikan,” kata Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Budi menyampaikan, kajian terhadap HET Minyakita masih dalam pembahasan. “Nanti kita kaji. Kita hitung bareng-bareng,” ujar Budi.

Pemerintah, kata Budi, sedang melakukan perbaikan dan penguatan tata kelola distribusi Minyakita melali Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan.

Hal itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan di pasaran. Budi mengatakan, pemerintah berencana untuk menaikan besaran distribusi BUMN Pangan yang awalnya hanya 35 persen.

Budi Santoso menakankan, untuk pendistribusian Minyakita tidak hanya pada Perum Bulog, tetapi juga melibatkan BUMN Pangan lainnya seperti ID FOOD.

Baca Juga: Bapanas Soroti Distribusi Minyakita Naik

Sementara terkait penyaluran bantuan pangan minyak goreng, pemerintah belum menemukan solusi yang tepat.

Maka dari itu, pemerintah akan membahas skema yang tepat bersama para produsen. “Nanti kita cari solusinya, bisa macam-macam merek tergantung kesepakatan,” kata Mendag.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas menjelaskan, kenaikan harga Minyakita karena pasokan untuk pasar diserap untuk penyaluran bantuan pangan dengan jumlah besar.

Oleh karena itu, pemerintah berencana akan menggunakan merek lain selain Minyakita untuk bantuan pangan minyak goreng. Sehingga, pasokan Minyakita di pasar tetap terjaga.

“Nanti Minyakita itu dikoordinir sebagian besar oleh BUMN, Bulog, untuk kembali itu menyuplai pasar-pasar tradisional,” pungkas Zulhas.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *