Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D. (Dok Paramadina,)

Beranda / Ekonomi / Pemerintah Perlu Lakukan Transformasi Kebijakan Ekonomi

Pemerintah Perlu Lakukan Transformasi Kebijakan Ekonomi

PravadaNews – Pemerintah didorong untuk melakukan transformasi kebijakan ekonomi dari inward looking menjadi outward looking. Sehingga, investasi luar negeri akan masuk ke Indonesia jika diberikan ‘karpet merah’ untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Karena ada sistem insentifm dukungan infrastruktur yang baik dan birokrasi yang rama dan efisien,” kata Ekonom Senior INDEF, Didik J Rachbini dalam keterangannya kepada PravadaNews, Selasa (11/8/2026).

Didik menilai, investasi luar negeri yang masuk akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri jika orientasinya terhadap ekspor.

“Pada saat yang sama investasi dalam negeri bisa bertumbuh bersamaan dengan investasi luar negeri yang masuk karena rancangan kebijakan orientasi ekspor (outward looking),” jelas Didik.

Jika kelemahan kebijakan ini bisa diatasi dan kebijakan ekonomi ditransformasikan menjadi outward looking maka investasi luar negeri akan masuk karena ada sistem insentif, dukungan insfrastruktur yang baik dan birokrasi yang ramah dan efisien.

Didik menambahkan, masuknya investasi luar negeri juga akan berdampak positif bagi sektor industri dalam negeri.

“Sektor industri akan berkembang jauh lebih baik dari yang sekarang ini karena dukungan sumberdaya nasional yang kuat (resource based industry),” kata Didik.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi RI tumbuh 3,73% jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 ini mencapat 5,29% secara (year-to-year/yoy).

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 bila dibandingkan triwulan II 2025 atau yoy tumbuh 5,29%,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisi Statistik BPS, Edy Mahmud di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 di atas 5%.

Airlangga menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang dari paket insentif dan investasi yang masuk ke Indonesia.

“(Pertumbuhan ekonomi kuartal II) di atas 5% masih. Kuartal II masih terkait dengan investasi, terkait dengan beberapa insentif yang didorong oleh pemerintah,” jelas Airlangga.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *