PravadaNews – Penjualan mobil meningkat pada Juni 2026 ketika belanja masyarakat mulai membaik. Namun, penjualan eceran secara tahunan masih terkontraksi sehingga pemulihan konsumsi belum merata.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat wholesales mobil mencapai 77.550 unit, naik sekitar 12% dari 69.219 unit pada Mei. Sepanjang Januari–Juni, penjualan mencapai 436.564 unit.
Pada periode yang sama, Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni sebesar 225,0. Penjualan eceran tumbuh 0,7% secara bulanan setelah pada Mei turun 1,5%, tetapi masih terkontraksi 3,0% secara tahunan.
“Pada Juni 2026, IPR tercatat sebesar 225,0. Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,7% (mtm),” tulis BI dalam Survei Penjualan Eceran, Selasa (11/8/2026).
BI mencatat kinerja tersebut antara lain ditopang penjualan suku cadang dan aksesori serta perlengkapan rumah tangga lainnya yang masih tumbuh secara tahunan.
Sebelum penjualan mobil kembali naik pada Juni, wholesales sempat turun dari 80.779 unit pada April menjadi 69.219 unit pada Mei. Pola itu sebelumnya disoroti Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF Andry Satrio Nugroho.
“Ketika penjualan mobil baru melemah secara bulanan, sementara penjualan suku cadang dan aksesori meningkat, hal itu menunjukkan masyarakat menunda pembelian kendaraan baru. Masyarakat lebih memilih merawat dan memperbaiki kendaraan lama,” ujar Andry dalam keterangannya, dikutip Minggu (9/8).
Menurutnya, masyarakat tetap berbelanja dengan menyesuaikan pilihan barang terhadap kemampuan pengeluaran. Sebagian konsumen memilih produk lebih murah dan menunda pengeluaran yang belum mendesak.
Kenaikan penjualan mobil pada Juni menunjukkan perbaikan setelah pelemahan sebulan sebelumnya. Namun, kontraksi penjualan eceran secara tahunan menunjukkan pemulihan konsumsi belum berlangsung merata.
Lebih lanjut, Andry menilai daya beli kelompok menengah bawah perlu dijaga agar permintaan domestik dapat menopang pemulihan penjualan dan industri nasional.















