Pravadanews – Pengembangan Terminal Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat ditargetkan rampung pada awal tahun, yakni di kuartal I 2027.
Tentunya, dengan pengembangan tersebut, PT Angkasa Pura memastikan kapasitas di Bandara Internasional Minangkabau akan meningkat dari sebelumnya 2,7 juta menjadi 5,7 juta penumpang per tahun.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, peremajaan terminal dilakukan setelah perusahaan menerima berbagai masukan dari pemerintah daerah, penumpang, maskapai, dan pengguna bandara lainnya.
“Ini bagian dari terminal Minangkabau yang sesegera mungkin akan kami identifikasi. Sejujurnya, terkait Minangkabau sudah begitu banyak masukan yang kami dapatkan dari pemda setempat, penumpang, maskapai, dan seluruh pengguna Bandara Minangkabau,” ujar Rizal pada rapat dengar pendapat (RFP) di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, berbagai masukan tersebut menjadi pertimbangan bagi InJourney Airports untuk melakukan pengembangan sekaligus peremajaan di sejumlah bagian terminal.
Rizal menjelaskan, proses persiapan pengembangan terminal saat ini telah berjalan. Bahkan, InJourney Airports juga sudah membuat satu hingga dua area percontohan atau mock-up di Bandara Internasional Minangkabau.
“Sekarang sedang berproses. Dalam waktu dekat akan kami ekspos untuk mulai dikerjakan,” kata Rizal.
Sejumlah bagian terminal yang akan diperbarui antara lain lantai, fasad, dan tiang-tiang bangunan. Desain terminal juga akan diberikan sentuhan Nusantara yang merepresentasikan identitas budaya Minangkabau.
“Kami ingin memastikan bahwa ini akan menjadi jauh lebih baik dari yang ada hari ini,” ucap Rizal.
Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono menjelaskan, proyek senilai Rp 553 miliar itu akan diperluas menjadi 49.450 meter per segi dari yang sebelumnya hanya 20.568 meter per segi.
Pastinya dengan perluasan kawasan tersebut, maka kapasitas Bandara Internasional Minangkabau akan bertambah dari sebelumnya 2,7 juta penumpang per tahun, makan akan menjadi 5,7 juta penumpang per tahun.
Adapun perluasannya dilakukan di beberapa titik bandara, yakni area kedatangan domestik dan internasional, boarding lounge domestik dan internasional, area komersial, serta lansekap terminal.
“Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern dan membanggakan bagi masyarakat Sumatera Barat,” kata Donny.














