PravadaNews – Persija Jakarta mulai menapaki tahapan penting dalam perjalanan menuju Super League 2026/2027. Setelah melewati panggung Piala Presiden 2026 yang menjadi ajang untuk mengukur kesiapan tim, Macan Kemayoran kini memasuki fase persiapan yang lebih serius.
Fokus tim ibu kota beralih ke Thailand, tempat mereka menggelar pemusatan latihan (TC) untuk membangun fondasi skuad sebelum kompetisi resmi dimulai.
Bukan sekadar menjaga kebugaran, agenda di Negeri Gajah Putih itu menjadi kesempatan bagi Persija untuk mematangkan taktik, meningkatkan kekompakan antarpemain, sekaligus memastikan seluruh elemen tim berada dalam kondisi terbaik menghadapi persaingan musim baru yang dipastikan berlangsung ketat.
Pelatih Persija Shin Tae Yong langsung memberikan perhatian serius terhadap kondisi tim. TC tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki sejumlah aspek yang dinilai belum maksimal sebelum kompetisi resmi bergulir.
Persija bertolak ke Thailand pada Senin (10/8/2026). Agenda yang berlangsung selama 13 hari itu dimanfaatkan tim pelatih untuk meningkatkan kesiapan fisik sekaligus membangun fondasi permainan yang lebih solid.
Shin Tae Yong menyadari Persija belum memiliki kesempatan ideal untuk mengembangkan pola permainan secara menyeluruh.
Padatnya agenda pramusim membuat tim harus membagi fokus sehingga persiapan taktik belum berjalan sesuai rencana.
“Agenda sebelumnya membuat waktu kami untuk membangun taktik menjadi terbatas,” ujar pria yang akrab di sapa STY ini dikutip Kamis (13/8/2026).
Persija Jakarta menjadikan TC di Thailand ini sebagai momentum untuk kembali memperkuat fondasi tim. Selain meningkatkan kondisi fisik pemain, Macan Kemayoran juga akan mematangkan pemahaman taktik yang bakal diterapkan pada musim 2026/2027.
“Karena itu, di TC Thailand kami ingin kembali memperkuat fondasi tim, baik dari sisi kondisi fisik maupun pemahaman terhadap taktik yang akan diterapkan,” ungkap STY.
Karena itu, pelatih asal Korea tersebut menjadikan TC di Thailand sebagai kesempatan untuk mengejar aspek-aspek yang masih tertinggal.
Sebelum menentukan intensitas latihan, Shin Tae Yong bersama tim kepelatihan terlebih dahulu memeriksa kondisi fisik setiap pemain. Evaluasi tersebut mencakup kekuatan otot hingga komposisi lemak tubuh.
“Kondisi setiap pemain sudah kami periksa secara menyeluruh. Dari hasil tersebut, kami menentukan program latihan yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing agar peningkatan fisik mereka bisa maksimal,” tambah STY.
Menu berat pun langsung diterapkan Shin Tae Yong. Persija menjalani latihan dua kali dalam sehari dengan materi yang berbeda pada setiap sesi.
Latihan pagi diarahkan untuk membangun kekuatan serta daya tahan tubuh. Setelah itu, para pemain kembali menjalani sesi sore yang lebih banyak digunakan untuk mengembangkan organisasi permainan dan pemahaman taktik.
Dengan waktu persiapan yang harus dimaksimalkan, TC Thailand menjadi kesempatan penting bagi Shin Tae-yong untuk memperbaiki fondasi fisik sekaligus memperjelas identitas permainan Persija sebelum memasuki kompetisi















