PravadaNews – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Thailand melalui kerja sama yang lebih konkret, inklusif, dan berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kedua negara.
Penegasan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperdalam hubungan bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun, sekaligus memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, ketahanan pangan, kesehatan, pariwisata, hingga penguatan kerja sama kawasan ASEAN.
Presiden Prabowo menekankan, hubungan Indonesia dan Thailand tidak boleh berhenti pada komitmen diplomatik semata, melainkan harus diwujudkan dalam berbagai program nyata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat stabilitas dan kemakmuran kawasan di tengah dinamika geopolitik dan tantangan ekonomi global.
“Kemitraan ini, menurut saya Perdana Menteri, harus mengarah ke depan dan mencari jalan ke depan yang fokus pada memberikan manfaat nyata untuk rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo dikutip dalam laman resmi Setpres, Senin (3/8/2026).
Presiden menyebut kunjungan PM Anutin sebagai momentum bersejarah dan penting. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan resmi pertama seorang Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir.
“Perdana Menteri, kunjungan Anda hari ini merupakan kunjungan yang bersejarah sekaligus penting. Ini merupakan kunjungan resmi pertama oleh Perdana Menteri Tailan ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir,” ujar Presiden.
Kepala Negara menilai kedekatan hubungan kedua negara perlu terus diperkuat melalui pertemuan dan koordinasi yang lebih intensif. Menurut Presiden, berbagai pertemuan dalam kerangka ASEAN telah membantu Indonesia dan Thailand menemukan kesamaan pandangan dalam sejumlah isu kebijakan luar negeri dan hubungan internasional.
“Saya rasa kita perlu bertemu lebih sering dan berkoordinasi,” ucap Presiden.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi Konsultasi Pemimpin Indonesia–Tailan yang kedua.
Presiden meyakini pertemuan itu akan memberikan arah yang makin jelas bagi fase berikutnya dalam kemitraan kedua negara, setelah hubungan Indonesia–Thailand ditingkatkan menuju kemitraan strategis dalam kunjungan Presiden ke Bangkok pada tahun sebelumnya.
“Saya yakin pertemuan hari ini akan menunjukkan arah yang jelas ke fase selanjutnya dalam kemitraan kita,” ungkap Presiden.
Presiden menekankan, kerja sama erat Indonesia dan Thailand juga dapat berkontribusi terhadap penguatan stabilitas ASEAN. Dalam bidang pertahanan dan keamanan, kedua negara perlu meningkatkan jumlah dan tingkat latihan bersama, pertukaran personel, serta kerja sama pendidikan di antara angkatan bersenjata.
Selain itu, Presiden mendorong perluasan peluang ekonomi melalui peningkatan perdagangan dan investasi, serta penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan dan keamanan energi.
Kolaborasi dalam teknologi digital juga dinilai penting karena sektor tersebut akan turut menentukan masa depan dunia.
“Kita juga harus mendorong konektivitas dan hubungan antarmasyarakat. Dengan memperdalam kerja sama pada area-area tersebut, kita bisa lebih memperkuat hubungan bilateral kita sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan kita,” tutur Presiden.















