PravadaNews – Di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat, pembentukan karakter generasi muda menjadi tantangan yang tak pernah kehilangan relevansinya.
Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan kecintaan terhadap tanah air dinilai tetap menjadi bekal penting bagi anak muda untuk menghadapi berbagai perubahan di masa depan.
Semangat tersebut kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 tingkat Kota Tangerang Selatan.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mendorong Gerakan Pramuka untuk terus mengambil peran dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Benyamin mengatakan, perjalanan Gerakan Pramuka selama 65 tahun telah menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda Indonesia.
Menurut Benyamin, Pramuka turut menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, karakter, serta rasa cinta terhadap tanah air yang tetap dibutuhkan di tengah perubahan zaman.
“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma yang menjadi pedoman hidup setiap anggota Pramuka telah terbukti mampu membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” ujar Benyamin dikutip dari laman resminya, Rabu (7/10/2026).
Menurut Benyamin, pendidikan kepramukaan saat ini perlu terus berkembang dan menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda.
Tantangan tersebut mulai dari perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, dan perjudian daring.
Karena itu, Benyamin menilai nilai-nilai kepramukaan perlu terus diperkuat sekaligus diimbangi dengan kemampuan generasi muda dalam memahami perkembangan teknologi dan berbagai perubahan di lingkungan sekitarnya.
Benyamin juga mendorong anggota Gerakan Pramuka untuk ikut berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan air.
Menurut Benyamin, generasi muda perlu dikenalkan dengan berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi.
Hal tersebut dinilai dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus membangun kemandirian dan keterampilan generasi muda.
“Kami memandang ketahanan pangan bukan semata persoalan menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya,” jelas Benyamin.
Benyamin berharap, Gerakan Pramuka dapat terus berkontribusi dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045 yang berkarakter, mandiri, produktif, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Gerakan Pramuka akan terus menjadi kawah candradimuka pembentukan arah pembangunan bangsa, melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam,” tutur Benyamin.
Melalui penguatan pendidikan kepramukaan, Benyamin berharap generasi muda Tangsel dapat tetap memegang nilai-nilai karakter sekaligus memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perkembangan zaman dan berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan di masa depan.















