Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: Dok. PravadaNews).

Beranda / Ekonomi / KUR Jadi Elemen Penting bagi Keberdayaan Ekraf dan UMKM

KUR Jadi Elemen Penting bagi Keberdayaan Ekraf dan UMKM

PravadaNews – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dihadiri Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, dan Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya di MBloc Space, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).

Dalam rapat koordinasi tersebut, ketiga kementerian itu mendorong agar Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi elemen penting bagi keberdayaan Ekraf dan UMKM.

Menko Cak Imin menjelaskan, Ekraf dan UMKM menjadi penggerak ekonomi masyarakat hingga tingkat desa. Selain itu, KUR dapat membuka lapangan pekerjaan.

“Kontribusinya nyata bahwa dengan KUR yang berjalan baik akan membuka lapangan pekerjaan baru dan menumbuh kembangkan pelaku usaha,” kata Menko Cak Imin.

Menko Cak Imin mengatakan, pihaknya menargetkan 10 juta penduduk Indonesia pada 5 tahun ke depan bisa menjadi pelaku usaha dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Kita punya target, insya Allah, 10 juta penduduk 5 tahun ke depan ini bisa berusaha dengan mudah dan mendapatkan pekerjaan yang baik,” jelas Menko Cak Imin.

Menko Cak Imin mengatakan, UMKM dan Ekraf sangat penting untuk merekrut tenaga kerja. Oleh karena itu, pemerintah akan berupaya keras agar UMKM dapat berdaya saing.

“Kita ingin potensi-potensi ekonomi kreatif kita di desa, baik pariwisata, potensi ekonomi kreatif di desa akan me jadi konsentrasi kerja kita,” jelas Menko Cak Imin.

“Ekonomi kreatif di desa itu adalah gerakan potensi desa yang sudah mulai tumbuh,” tambah Menko Cak Imin.

Menko Cak Imin menambahkan, untuk meningkatkan Ekraf dan UMKM, pemerintah akan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kita akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama kita berharap kementerian-kementerian di tingkat pusat menggerakan pelaku usaha,” pungkas Menko Cak Imin.

Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mengungkapkan, total kurang Kredit Usaha Rakyat (KUR) hampir menyentuh angka Rp100 triliun per 3 Mei 2026.

“Per hari ini, sampai tanggal 3 Mei, total nilai penyaluran KUR yang sudah kita salurkan itu kurang lebih sekitar Rp96 triliun,” kata Maman kepada wartawan di Mbloc, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).

“Dengan jumlah debitur sekitar 1,5 juta dan penyaluran ke sektor produksi itu sebanyak kurang lebih 63%,” tambah Maman.

Maman menegaskan, Kementerian UMKM mendukung upaya untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dengan penyaluran KUR.

“Saya menyampaikan, dari total Rp96 triliun tersebut, yang menyentuh ke sektor kemiskinan ekstrem yang desil 1 sampai desil 4 itu ada kurang lebih menyentuh ke sektor mikro,” jelas Maman.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *