Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana saat menghadiri dialog Hari Museum Indonesia via siaran langsung kanal YouTube, Senin (12/10/2026). (Foto: YouTube/Kementerian Kebudayaan)

Beranda / Nasional / Putu: Museum Harus Nirlaba

Putu: Museum Harus Nirlaba

PravadaNews – Museum bukan sekadar ruang untuk menyimpan benda-benda bersejarah, melainkan juga pusat edukasi dan pelestarian kebudayaan yang membutuhkan pengelolaan berkelanjutan.

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana menegaskan, pengelolaan museum di Tanah Air harus berorientasi non-profit, dengan seluruh pendapatan dikembalikan untuk mendukung operasional dan pengembangan museum.

Prinsip tersebut tidak berarti museum dilarang memperoleh keuntungan, tetapi memastikan setiap pemasukan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan, memperbaiki penataan ruang pamer, serta menambah dan merawat koleksi bersejarah.

Dengan pengelolaan keuangan yang tepat, museum diharapkan tidak hanya mampu menjaga keberlangsungan operasionalnya, tetapi juga memperkuat peran sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat sekaligus menjaga warisan sejarah dan budaya agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

“Museum itu harus nirlaba, bukan berarti tidak boleh mencari keuntungan, tetapi keuntungan tersebut harus dikembalikan untuk pengembangan museum. Pendapatan itu digunakan untuk investasi, penataan, pengumpulan koleksi, penambahan koleksi, serta peningkatan kualitas museum,” ujar Putu dalam dialog Hari Museum Indonesia via siaran langsung kanal YouTube, Senin (12/10/2026).

Putu juga menekankan museum harus memiliki aset permanen berupa tanah dan gedung sebagai fondasi pengelolaan jangka panjang.

Selain aset fisik, museum membutuhkan sumber pendanaan memadai agar mampu merawat koleksi, dan mengembangkan fasilitas.

Menurut Putu, prinsip tersebut perlu masuk dalam standar dan registrasi museum sehingga pengelolaannya memenuhi ketentuan yang jelas.

Standarisasi diperlukan untuk memastikan pembangunan museum sejak awal bersifat permanen, memiliki fasilitas memadai, serta mampu melindungi koleksi autentik.

“Museum harus memiliki aset, tanah, gedung, dan pendanaan yang jelas agar pengelolaannya berjalan secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk mendukung standarisasi dan registrasi, sekaligus memastikan museum dibangun secara permanen sejak awal,” kata Putu.

Selain tata kelola, Putu menyoroti pentingnya menjaga keaslian artefak yang dipamerkan sebagai koleksi museum di Indonesia.

Menurut Putu, replika dapat digunakan untuk ruang interaksi dan edukasi, tetapi tidak boleh menggantikan artefak asli.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *