PravadaNews – Berangkat dari latar belakangnya sebagai aktor senior sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menantang para sineas muda untuk membawa perjalanan lima abad Jakarta ke panggung teater.
Gagasan ini disampaikan setelah dirinya menyaksikan penampilan anak-anak dalam Drama Musikal Tari Putri Lopian “Bunga Belantara Dairi” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Dari pementasan tersebut, Rano menilai teater dapat menjadi cara yang lebih dekat untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda.
Karena itu, Rano menantang penggiat seni menggali peristiwa penting dalam perjalanan Jakarta untuk diangkat menjadi lakon panggung.
“Saya memberikan tantangan kepada sutradara muda dan sanggar ini untuk membuat teater bertema 500 tahun Jakarta tahun depan dengan menggali peristiwa sejarah penting, seperti tahun 1740. Pemprov DKI Jakarta akan membantu pembiayaannya dan pementasan ini akan kita gelar kembali di panggung TIM,” tutur Rano dalam keterangan resminya, Senin (31/8/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga akan memberikan pendampingan sekaligus pembiayaan untuk mendukung produksi ini.
Baginya, keterlibatan generasi muda dalam pertunjukan sejarah juga memberi ruang belajar melalui proses kreatif. Pengalaman memainkan tokoh masa lalu dinilai dapat membantu anak mengenal sejarah tanpa hanya bergantung pada pembelajaran di ruang kelas.
Upaya serupa telah dilakukan Sekolah Seni Yonif (SSY) melalui pementasan Putri Lopian yang melibatkan lebih dari 60 anak.
“Melalui kisah Putri Lopian Sinambela, kami menanamkan nilai keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan kepada lebih dari 60 anak yang tampil secara profesional di panggung teater sesungguhnya,” ujar Kepala SSY, Marulina Dewi dalam kesempatan yang sama.
Marulina yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta menyambut hangat tantangan tersebut dan memastikan SSY siap terlibat dalam perayaan lima abad Jakarta pada 2027 mendatang.















