Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari saat kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke Kabupaten Badung, Bali. (Foto: dpr.go.id)

Beranda / Politik / Putih Sari: Magang Baik Perlu Sinkronisasi

Putih Sari: Magang Baik Perlu Sinkronisasi

PravadaNews – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari menilai pelaksanaan program pemagangan nasional secara umum telah berjalan dengan baik dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, baik dunia usaha maupun peserta.

Meski demikian, Putih menegaskan masih diperlukan penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah agar pelaksanaan program dapat lebih optimal dan merata di berbagai wilayah.

Penilaian tersebut disampaikannya usai kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke Kabupaten Badung, Bali, dalam rangka melakukan pengawasan langsung terhadap implementasi program pemagangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Putih Sari menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor industri agar program ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar mampu meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja tenaga kerja Indonesia sesuai kebutuhan pasar.

“Rata-rata memang semua mengapresiasi pelaksanaan dari program pemagangan nasional ini yang memang cukup berjalan dengan baik,” ujar Putih Sari, dikutip dari dpr.go.id, Sabtu (18/4/2026).

Putih Sari mengungkapkan bahwa dalam kesempatan itu, ada masukan dari pemerintah daerah terkait belum optimalnya keterlibatan daerah dalam program tersebut.

“Belum terkoordinasi dengan baik, sehingga mereka masih banyak belum terinformasi berapa masyarakat yang terlibat di dalam program pemagangan nasional ini ataupun juga perusahaan-perusahaan yang memang membuka peluang program pemagangan nasional ini,” jelas Putih Sari.

Menurut Putih Sari, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian melalui penyusunan formulasi yang lebih terintegrasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, mengingat program ini menyasar lulusan perguruan tinggi.

“Ini perlu dibicarakan lebih lanjut terkait lulusan perguruan tinggi dengan jenis industri yang memang dibutuhkan di masing-masing daerah. Ini saya kira perlu disinkronkan lebih lanjut,” tegas Putih Sari.

Selain itu, Putih Sari memastikan peserta pemagangan telah terlindungi melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Alhamdulillah sebenarnya semua peserta magang dan memang sudah ada aturan yang tersendiri terkait pemagangan semua terdaftar di dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan jenis yang memang jaminan sosial yang dasar terutama adalah jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ungkap Putih Sari.

Putih Sari menambahkan, program pemagangan juga membuka peluang bagi peserta untuk direkrut sebagai karyawan di perusahaan tempat mereka magang.

Putih Sari berharap program pemagangan tidak hanya berhenti pada peningkatan kompetensi, tetapi juga mampu mendorong penyerapan tenaga kerja.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *