PravadaNews – Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai langkah Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah akan membentuk babak baru soal dinamika kancah politik nasional.
Pasalnya, menurut Efriza, strategi keliling Indonesia Jokowi tersebut disinyalir sebagai bentuk manuver
ditengah dinamika politik nasional yang tidak dapat dilepaskan dari kepentingan politik pada tahapan pemilu mendatang.
Menurut Efriza, Jokowi tengah menghadapi situasi yang tidak lagi akan sepenuhnya menguntungkan dirinya dan putra sulungnya yakni Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi politik nasional.
Langkah keliling Indonesia Jokowi itu dilakukan ditenggarai setelah gagasan keberlanjutan kekuasaan duet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dua periode dinilai tak memperoleh dukungan luas, baik dari kalangan koalisi pemerintahan maupun publik.
“Jokowi sedang panik dan kecewa karena gagasan ide dua periode Prabowo-Gibran ditolak koalisi pemerintahan maupun publik. Oleh sebab itu, Jokowi merasa perlu untuk mengagendakan keliling Indonesia,” kata Efriza kepada PravadaNews, Jumat (29/5/2026).
Efriza menilai kondisi politik saat ini juga menunjukkan soal adanya pergeseran sentimen publik atas dirinya Gibran dan Partai Super Tbk yang di nahkodai anak bungsu nya Kaesang Pangarep.
Sementara sosok Presiden terpilih Prabowo Subianto dinilai semakin memperoleh poin legitimasi dan dukungan masyarakat.
Di sisi lain, citra politik Jokowi disebut mengalami penurunan dibandingkan masa-masa sebelumnya ketika tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahannya masih relatif tinggi.
“Saat ini, menunjukkan Prabowo semakin menguat, dieluh-eluhkan masyarakat sedangkan Jokowi sedang mengalami kemerosotan banyak hal dari dianya maupun kinerjanya sebelumnya,” terang Efriza.
Efriza juga turut mempertanyakan urgensi safari politik Jokowi ke berbagai wilayah Indonesia di luar momentum kampanye resmi.
Efriza menambahkan, aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan persepsi publik bahwa mantan wali kota Solo itu juga masih berupaya untuk mempertahankan pengaruh politiknya dalam pemerintahan mendatang.
“Apa yang dilakukan Jokowi tidak etis karena ini bukan musim kampanye. Kegiatan berkeliling Indonesia itu kuat dugaan membawa misi dan pesan politik,” pungkas Efriza.
Diberitakan sebelumnya, Jokowi mengaku kondisinya telah sehat dan siap memenuhi undangan masyarakat di berbagai daerah.
Selain mengklaim agenda keliling Indonesia memenuhi undangan masyarakat, Jokowi mengatakan bahwa nantinya juga akan ada pertemuan khusus dengan para relawan dan pengurus PSI pada masing-masing daerah.
Selain itu, Jokowi mengungkapkan bahwa agenda keliling Indonesia itu ditujukan untuk memberikan motivasi kepada para relawan, pengurus PSI dan masyarakat.
Sementara itu, Jokowi menampik bahwa rencana keliling Indonesia itu disebut sebagai strategi untuk membangun dukungan di daerah kepada Gibran untuk menyambut kontestasi Pilpres 2029.
Jokowi pun kembali menegaskan bahwa agenda keliling Indonesia tersebut hanya rangkaian kegiatan dalam rangka untuk memenuhi undangan masyarakat.
“Ya, ini kan saya banyak undangan, undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat, ya saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada,” kata Jokowi.















