Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) Test Ombak Jelang Tahun Politik. (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Politik / Manuver Test Ombak Jokowi Jelang Tahun Politik

Manuver Test Ombak Jokowi Jelang Tahun Politik

PravadaNews – Pengamat Politik Citra Institute Efriza menanggapi rencana mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang ingin berkeliling Indonesia untuk bertemu dengan masyarakat di daerah.

Adapun rencana agenda keliling Indonesia itu akan dilakukan Jokowi mulai awal Juni mendatang.

Menurut Efriza, rencana Jokowi itu bisa diartikan sebagai langkah dari Jokowi untuk kembali mengetes ombak apakah elektabilitas dirinya masih cukup tinggi atas penilaian masyarakat.

Efriza mengatakan, terlebih pada pertengahan tahun ini juga sudah memasuki tahun politik dengan ditandai akan dimulainya tahapan pemilu pada akhir awal tahun 2027 mendatang.

“Jokowi juga sedang mencoba tes ombak apakah dirinya benar-benar masih laku dijual untuk upaya penggiringan opini,” kata Efriza kepada PravadaNews, pada Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Kuota Keterwakilan Perempuan Bukan Angka Administratif 

Di sisi lain, Efriza menilai terdapat motif terselubung dari kegiatan itu yang ditenggarai mengarah untuk melemahkan tren elektabilitas Presiden Prabowo Subianto.

Pasalnya, momen krisis ekonomi yang ditandai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS selama kurang lebih dua bulan bisa menjadi salah satu pemicu menurunnya tren positif kepada pemerintahan di era Prabowo.

Sementara, agenda keliling Indonesia itu juga mempertegas kekhawatiran Jokowi terhadap elektabilitas Gibran yang semakin melemah di dalam kancah politik nasional.

Menurut Efriza, posisi Gibran saat ini sebagai Wakil Presiden RI yang dinilai tidak memberikan pengaruh kontribusi besar terhadap rakyat turut membuat Jokowi semakin khawatir terhadap citra politiknya

“Sekaligus Jokowi juga sedang mencoba untuk melemahkan popularitas Prabowo di mata publik, ini menunjukkan Jokowi memang banyak agenda,” ungkap Efriza.

Selain itu, Efriza turut menyoroti pernyataan Jokowi yang mengaku bahwa rencana keliling Indonesia itu dalam rangka untuk menghadiri undangan dari masyarakat.

Efriza berpendapat, hal itu hanya narasi politik Jokowi untuk menutupi manuver dalam membangun citra dan elektabilitas putra sulungnya yaitu Gibran Rakabuming Raka.

Efriza menambahkan, selain akan membangun citra Gibran, rencana Jokowi keliling Indonesia tersebut juga berkaitan dengan manuver untuk membangun konsolidasi besar terhadap Partai Super TBK yang dikomandoi putra bungsunya Kaesang Pangarep.

“Jadi bukan karena Jokowi itu sangat populer, amat dicinta masyarakatnya sehingga ia amat dirindukan, tapi memang ditengarai banyak poin keinginan yang ingin didapatkan dari rencana keliling Indonesia tersebut,” tutup Efriza.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi mengaku kondisinya telah sehat dan siap memenuhi undangan masyarakat di berbagai daerah.

Selain mengklaim agenda keliling Indonesia memenuhi undangan masyarakat, Jokowi mengatakan bahwa nantinya juga akan ada pertemuan khusus dengan para relawan dan pengurus PSI pada masing-masing daerah.

Selain itu, Jokowi mengungkapkan bahwa agenda keliling Indonesia itu ditujukan untuk memberikan motivasi kepada para relawan, pengurus PSI dan masyarakat.

Sementara itu, Jokowi menampik bahwa rencana keliling Indonesia itu disebut sebagai strategi untuk membangun dukungan di daerah kepada Gibran untuk menyambut kontestasi Pilpres 2029.

Jokowi pun kembali menegaskan bahwa agenda keliling Indonesia tersebut hanya rangkaian kegiatan dalam rangka untuk memenuhi undangan masyarakat.

“Ya, ini kan saya banyak undangan, undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat, ya saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada,” kata Jokowi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *