Ilustrasi penjualan beras. (Foto: Dok. Bapanas)

Beranda / Ekonomi / Siapa Biang Kerok yang Bikin Beras Premium Langka?

Siapa Biang Kerok yang Bikin Beras Premium Langka?

PravadaNews – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap penyebab terbatasnya stok beras premium di ritel modern. Salah satu faktornya disebut berkaitan dengan penarikan beras fortifikasi dari peredaran.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan mengatakan, sejumlah produsen yang sebelumnya menyalurkan beras fortifikasi ke ritel modern, kini tidak lagi dapat memproduksi produk tersebut setelah ditemukan berbagai permasalahan.

“Jadi terkait terbatasnya stok di ritel modern, itu adalah sebagai efek mungkin yang produsen-produsen yang kemarin menyalurkan beras fortifikasi ke ritel modern. Itu kan tidak boleh lagi memproduksikan beras fortifikasi dikarenakan banyak yang bermasalah,” ujar Hermawan dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Menurut Hermawan, permasalahan tersebut berkaitan dengan ketidaksesuaian informasi pada label kemasan dengan kandungan produk beras yang sebenarnya. Namun, meski stok beras premium di ritel modern terbatas, Hermawan menyebut, kondisi itu tidak berarti pasokan beras premium mengalami kelangkaan.

Hermawan menilai, beras premium maupun medium masih banyak tersedia di pasar tradisional. Persoalan justru lebih terlihat pada distribusi beras premium ke ritel modern, yang mana salah satu kendalanya berkaitan dengan potongan atau margin yang diterapkan dalam sistem penjualan ritel.

“Hal yang jadi masalah memang di ritel modern karena di ritel modern itu kan ada potongan terhadap barang yang mereka jual. Menurut produsen, angka untuk mendapatkan keuntungan itu sangat tipis,” kata Hermawan.

Dengan adanya kondisi tersebut, Bapanas kemudian melakukan pemantauan harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta. Hasilnya menunjukkan harga beras premium di tingkat pedagang grosir masih berada dalam batas wajar. 

Hermawan menyebut, harga beras premium tercatat sekitar Rp 14.200 per kilogram (kg), sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) Zona I ditetapkan maksimal Rp 14.900 per kg.

“Padahal faktanya kami cek di pasar PIBC Cipinang, itu sekarang pedagang beras yang di PIBC Cipinang, beras premium itu Rp14.200, sedangkan HET adalah Rp14.900. Buktinya yang di PIBC jualnya Rp14.200. Itu tidak ada masalah. Itu fakta,” kata Hermawan.

Berdasarkan pemantauan tersebut, harga beras dari berbagai merek yang dijual dalam kemasan 48 hingga 50 kg berada di kisaran Rp 12.860 hingga Rp 14.200 per kg.

Hermawan pun meminta masyarakat tidak hanya mengacu pada informasi mengenai keterbatasan beras premium di ritel modern. Sebab, kondisi pasokan dan harga di pasar tradisional menunjukkan situasi yang berbeda.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, sudah ada sekitar 60.000 ton beras premium yang telah disalurkan ke berbagai ritel di sejumlah wilayah Indonesia.

Ahmad Rizal mengatakan, jumlah tersebut disalurkan dalam waktu sekitar dua pekan. Penyaluran itu merupakan bagian dari target awal 110.000 ton selama September 2026.

“Perintah pimpinan untuk menyalurkan 300.000 ton segera, nah itu kami sedang kejar. Nah sekarang lebih kurang sudah hampir sekitar 60.000 ton kami sudah gelontorkan ke pasar dari Sabang sampai Merauke,” ujar Ahmad Rizal di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Untuk mengejar penyaluran tersebut, Bulog melibatkan sekitar 868 penggilingan padi, termasuk penggilingan skala kecil dan menengah yang dinilai mampu memproduksi beras premium. Bulog juga menargetkan tambahan penyaluran 300.000 ton beras premium hingga Desember 2026.

Ahmad Rizal menegaskan beras premium tersebut merupakan beras komersial Bulog, bukan beras PSO atau beras subsidi pemerintah. Sebelum didistribusikan, beras tersebut juga disebut telah melalui pengujian laboratorium.

“Jadi teman-teman, yang namanya beras premium itu tidak ada subsidi ya. Jadi beras premium yang dibuat Bulog adalah beras komersialnya Bulog. Jadi Bulog belinya bukan pakai beras PSO, tapi kita beli gabah, gabah hasil komersial,” ucap Ahmad Rizal.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *