lustrasi Kelas menengah makin squeeze. (Foto: Dok. Magnific)

Beranda / Nasional / Kelas Menengah Makin Menyempit Akibat Beban Hidup

Kelas Menengah Makin Menyempit Akibat Beban Hidup

PravadaNews – Kelas menengah sebagai penopang konsumsi dan penerimaan pajak menghadapi ruang ekonomi yang menyempit akibat beban hidup.

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai kelas menengah menjadi fondasi penting ekonomi nasional. Kelompok ini menopang konsumsi, investasi sumber daya manusia, inovasi, hingga penerimaan pajak jangka panjang.

“Agar dapat naik kelas dari negara berpendapatan menengah, tidak bisa hanya dengan menambah jumlah miliarder,” tulis Yusuf dalam akun Instagram CORE Indonesia, dikutip Sabtu (4/7/2026).

Lebih lanjut, Yusuf melihat penguatan kelas menengah perlu ditempatkan sebagai agenda utama pembangunan ekonomi. Pertumbuhan tidak cukup bertumpu pada kelompok berpendapatan sangat tinggi tanpa memperbesar basis masyarakat produktif.

Adapun daya beli kelas menengah menjadi bagian penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga. Ketika ruang belanja kelompok ini melemah, dorongan ekonomi domestik ikut kehilangan penyangga.

“Yang kita butuhkan adalah kelas menengah yang semakin besar, produktif, dan memiliki daya beli yang kuat,” tulis Yusuf.

Selanjutnya, pandangan Yusuf menunjukkan pentingnya kebijakan yang menjaga pendapatan dan kemampuan belanja masyarakat. Beban pajak, biaya sekolah, dan harga kebutuhan perlu dikelola agar kelas menengah tidak terus turun kelas.

Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudistira, menilai tekanan kelas menengah sudah terasa dalam keseharian. Bhima menyebut keresahan itu muncul dari sulitnya mencari kerja, kebutuhan pinjaman, dan beban hidup berulang.

“Kelas menengah ini makin squeeze. Jumlahnya sudah hilang 10 juta orang dalam 10 tahun terakhir,” jelas Bhima dalam diskusi publik, Rabu (1/7/2026).

Di sisi lain, penyusutan kelas menengah berisiko melemahkan konsumsi yang selama ini menopang ekonomi nasional. Tanpa kebijakan yang menjaga daya beli, kelompok ini dapat semakin terjepit oleh beban ekonomi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *