Kondisi Stadion Barombong di Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Hukum / Stadion Barombong Permasalahan Klasik yang Tak Pernah Usai

Stadion Barombong Permasalahan Klasik yang Tak Pernah Usai

PravadaNews – Polemik pembangunan Stadion Barombong kembali menjadi sorotan. Proyek stadion yang digadang-gadang menjadi salah satu ikon olahraga di Sulawesi Selatan itu hingga kini belum juga rampung, meski pembangunannya telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan publik terkait penyebab mangkraknya proyek yang dinilai menyedot anggaran besar tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Yeni Rahman mengaku, akan memanggil Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah guna menggali informasi secara menyeluruh terkait persoalan yang menyebabkan pembangunan stadion belum terselesaikan hingga saat ini.

“Karena ternyata permasalahan ini sudah lama (Klasik),” ujar Yeni dikutip Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Rudianto Lallo belum Mau Respon soal Stadion Barombong

Yeni menegaskan, pihaknya ingin mengetahui secara rinci duduk perkara yang menyebabkan proyek stadion tersebut terus berlarut-larut tanpa kejelasan penyelesaian.

Menurut Yeni, transparansi sangat penting agar masyarakat mengetahui akar persoalan sebenarnya, termasuk terkait status aset, pengelolaan anggaran, hingga hambatan administratif yang diduga menjadi penyebab utama mandeknya pembangunan.

“Kami nanti ke depan ini akan panggil Badan Aset. Kita mau tahu betul-betul kronologisnya seperti apa,” lanjut Yeni.

Pembangunan Stadion Barombong sendiri telah lama menjadi perhatian masyarakat, khususnya pecinta olahraga di Sulawesi Selatan.

Stadion yang diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga berskala besar itu sempat diproyeksikan mampu mendukung pembinaan atlet sekaligus menjadi kebanggaan daerah.

Namun hingga kini, fasilitas tersebut belum dapat difungsikan secara optimal karena pembangunan yang tak kunjung selesai.

Berbagai persoalan disebut menjadi penyebab tersendatnya proyek tersebut. Mulai dari masalah administrasi, pengelolaan aset, hingga persoalan anggaran disebut-sebut menjadi faktor yang membuat proyek terus mengalami keterlambatan.

Situasi itu membuat pembangunan Stadion Barombong kerap disebut sebagai “pekerjaan rumah” yang tidak pernah selesai dari satu periode pemerintahan ke periode berikutnya.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera menemukan solusi konkret agar pembangunan stadion tidak terus menjadi proyek mangkrak.

Selain dianggap merugikan daerah dari sisi anggaran, kondisi stadion yang terbengkalai juga dinilai mencoreng wajah pembangunan infrastruktur olahraga di Sulawesi Selatan.

DPRD Sulawesi Selatan menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh agar persoalan yang selama ini menghambat pembangunan bisa segera diselesaikan.

Pemanggilan instansi terkait diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka secara terang persoalan yang selama ini belum tersampaikan kepada publik.

Dengan adanya upaya penelusuran tersebut, masyarakat kini menanti langkah nyata pemerintah daerah untuk menuntaskan pembangunan Stadion Barombong yang selama bertahun-tahun menjadi simbol proyek besar dengan penyelesaian yang belum pasti.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *