Ilustrasi masakan nusantara. (Foto: Dok. Freepik)

Beranda / Infotaiment / Turis Asing Sisihkan Jutaan Uang untuk Kuliner di Indonesia

Turis Asing Sisihkan Jutaan Uang untuk Kuliner di Indonesia

PravadaNews – Wisatawan mancanegara menghabiskan rata-rata Rp4,93 juta atau US$271,33 untuk makanan dan minuman selama berkunjung ke Indonesia pada triwulan III 2026.

Besarnya pengeluaran itu terungkap dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin (2/11/2026). Makanan dan minuman bahkan menjadi kebutuhan dengan pengeluaran terbesar kedua setelah penginapan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan biaya penginapan masih mendominasi pengeluaran wisatawan asing. 

Namun, uang yang dihabiskan untuk makan dan minum juga mencapai ratusan dolar AS.

“Nah, kemudian kalau kita amati berdasarkan jenis pengeluarannya, pada kondisi triwulan III 2026, pengeluaran terbesar wisatawan mancanegara dialokasikan untuk akomodasi, yaitu 497,12 dolar AS. Kemudian, juga diikuti oleh pengeluaran makanan dan minuman sebesar 271,33 dolar AS,” kata Ateng di Kantor Pusat BPS RI, Jakarta, dikutip Rabu (4/11).

Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran turis asing mencapai US$1.374,48 untuk satu kali kunjungan ke Indonesia. Dari jumlah tersebut sekitar 19,7% digunakan untuk membeli makanan dan minuman.

Pengeluaran kuliner ini lebih besar dibandingkan belanja dan cendera mata yang mencapai US$148,93 per kunjungan. BPS juga mencatat makanan dan minuman termasuk kebutuhan yang mengalami kenaikan pengeluaran terbesar dibandingkan triwulan sebelumnya.

Selain mengeluarkan lebih banyak uang, wisatawan asing tercatat tinggal lebih lama di Indonesia. Rata-rata lama kunjungan mencapai 11,01 malam, meningkat dari 10,30 malam pada triwulan II 2026.

Dari sisi tujuan perjalanan, sebanyak 79% turis asing datang ke Indonesia untuk berlibur. Sementara itu, 60,95% wisatawan memilih hotel berbintang sebagai tempat menginap selama kunjungan.

Besarnya pengeluaran untuk makanan dan minuman tersebut juga menjadi perhatian Ateng. 

Menurutnya, kebutuhan kuliner wisatawan membuka peluang bagi anak muda untuk mengembangkan usaha makanan.

“Ini potensi, nih, anak-anak muda, potensi untuk membuka usaha makanan dan minuman, ya. Pengeluaran wisman terbesar kedua untuk makanan dan minuman,” ujar Ateng.

Di tengah besarnya belanja kuliner wisatawan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) turut memperkenalkan beragam makanan Nusantara melalui program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA). Program ini menampilkan enam hidangan khas Indonesia dalam pameran Trade Expo Indonesia pada Oktober 2026 lalu.

Salah satu hidangan yang diperkenalkan yakni rendang, masakan khas Minangkabau berbahan daging, santan, dan rempah-rempah. Selain itu, terdapat sate ayam yang disajikan dengan bumbu kacang.

Pilihan lainnya terdapat nasi goreng, hidangan berbahan nasi yang dimasak bersama bumbu dan berbagai bahan tambahan. Ada pula gado-gado yang memadukan aneka sayuran dengan saus kacang.

Kemendag juga memperkenalkan mi bakso dan soto ayam sebagai bagian dari enam hidangan unggulan tersebut. Keduanya menjadi contoh sajian berkuah dengan penggunaan bumbu dan bahan pangan khas Indonesia.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *