PravadaNews – Badan Pangan Nasional menegaskan lonjakan harga minyak goreng kemasan rakyat Minyakita bukan disebabkan kelangkaan pasokan, melainkan persoalan distribusi yang belum terkendali.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy mengatakan, ketersediaan bahan baku dalam negeri berada dalam kondisi aman.
“Produksi cukup, bahan baku aman. Jadi kalau harga naik, itu bukan soal pasokan, tetapi distribusi yang tidak dikendalikan,” ujarnya dalam keterangan resmi,dikutip Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Bapanas Soroti Distribusi Minyakita Naik
Semetara itu, Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, pemerintah akan mengkaji ulang Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita yang saat ini sudah menyentuh Rp15.700 per liter.
Sebab, harga eceran tersebut sudah tiga tahun tidak dilakukan penyesuaian. “Sudah tiga tahun lebih, Rp15.700 kan, semua harus disesuaikan,” kata Mendag usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Budi menyampaikan, kajian terhadap HET Minyakita masih dalam pembahasan. “Nanti kita kaji. Kita hitung bareng-bareng,” ujar Budi.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas menjelaskan, kenaikan harga Minyakita karena pasokan untuk pasar diserap untuk penyaluran bantuan pangan dengan jumlah besar.
Oleh karena itu, pemerintah berencana akan menggunakan merek lain selain Minyakita untuk bantuan pangan minyak goreng. Sehingga, pasokan Minyakita di pasar tetap terjaga.
“Nanti Minyakita itu dikoordinir sebagian besar oleh BUMN, Bulog, untuk kembali itu menyuplai pasar-pasar tradisional,” pungkas Zulhas.















