PravadaNews — Timnas Indonesia diproyeksikan membawa komposisi berbeda pada FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen tersebut menjadi momentum John Herdman mengevaluasi skuad setelah hasil kurang memuaskan di Piala AFF 2026.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 23 September hingga 6 Oktober 2026. Status turnamen sebagai agenda resmi FIFA juga membuka peluang pemanggilan pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri.
Sebanyak 26 pemain tengah diproyeksikan masuk skuad Garuda. Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, Badan Tim Nasional dan tim pelatih masih memfinalisasi komposisi tersebut.
Perubahan terlihat cukup jelas pada sektor penyerangan Indonesia. Adrian Wibowo menjadi salah satu nama yang diproyeksikan untuk menambah variasi permainan dari sisi lapangan.
Mitchell Baker juga masuk dalam proyeksi lini depan Garuda. Penyerang muda tersebut mendapat perhatian karena catatan produktivitasnya.
Luke Vickery turut berada dalam daftar proyeksi penyerang Indonesia. Miliano Jonathans juga berpeluang kembali setelah menjalani pemulihan cedera.
Persaingan di lini depan pun semakin terbuka. Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen tetap menjadi opsi utama dalam komposisi yang tengah disiapkan.
Herdman juga membuka peluang bagi pemain yang sebelumnya sempat tersisih. Ricky Kambuaya diproyeksikan kembali mengisi lini tengah setelah memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia.
Gelandang Dewa United tersebut menawarkan kemampuan membawa bola dan melakukan penetrasi. Karakter itu dapat menjadi alternatif ketika Indonesia membutuhkan perubahan tempo permainan.
Persaingan juga terjadi di posisi penjaga gawang. Ernando Ari diproyeksikan bersaing dengan Maarten Paes dan Emil Audero untuk mengisi sektor tersebut.
Di lini belakang, Dean James kembali masuk dalam proyeksi skuad. Ia akan bersaing bersama Jay Idzes, Kevin Diks, Justin Hubner, Elkan Baggott, Calvin Verdonk, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, Eliano Reijnders, dan Dony Tri Pamungkas.
Jay Idzes diproyeksikan kembali menjadi salah satu figur penting di pertahanan Indonesia. Kondisinya yang membaik memberi Herdman pilihan dalam menyesuaikan sistem permainan.
Perubahan juga berpotensi terjadi pada pola taktik Garuda. Setelah cukup sering menggunakan tiga bek, Herdman disebut memiliki opsi untuk mencoba skema 4-2-3-1 pada FIFA ASEAN Cup 2026.















