pembukaan TEI ke-41 oleh Menteri perdagangan Budi Santoso (kiri), Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah), dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Dok. Kementerian Perdagangan)

Beranda / Ekonomi / Zulhas Minta Dubes Bawa 20–30 Buyer ke TEI 2026

Zulhas Minta Dubes Bawa 20–30 Buyer ke TEI 2026

PravadaNews – Perluasan pasar ekspor Indonesia ke Asia Selatan dan Afrika kini disertai permintaan agar para duta besar membawa sedikitnya 20–30 calon pembeli ke Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Permintaan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat pembukaan TEI ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Zulkifli mendorong para duta besar untuk mendatangkan calon pembeli dari negara tempat bertugas agar dapat bertemu langsung dengan pelaku usaha Indonesia.

“Oleh karena itu, ambassador-ambassador kita, boleh pulang ke Indonesia, tapi membawa minimal 20 atau 30, anu Pak Bahlil, klien. Jadi harus bawa klien,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas, dikutip Kamis (15/10/2026). 

Menurutnya, pasar ekspor Indonesia kini semakin berkembang ke sejumlah negara mitra baru yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan. Salah satu kawasan yang disorot yakni Asia Selatan, khususnya Bangladesh, Pakistan, dan India. 

Kawasan ini, sebut Zulhas, memiliki surplus perdagangan yang tinggi bagi Indonesia.

“Memang pasar kita sekarang berkembang ke negara-negara mitra yang baru, yang kita tidak perkirakan ternyata potensinya luar biasa. Terutama Asia Selatan, paling tinggi surplus itu Asia Selatan. Di sini ada Bangladesh, ada Pakistan, ada India,” tutur Zulhas.

Selain Asia Selatan, Zulhas melihat peluang ekspor pakaian Indonesia ke Afrika karena harganya ekonomis. Baginya, peningkatan produktivitas dalam negeri juga diperlukan agar produk nasional semakin mampu bersaing di pasar internasional.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso melaporkan sebanyak 16.885 calon pembeli telah terdaftar dalam TEI 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.092 menjadi pembeli luar negeri yang berasal dari 134 negara.

Budi menyampaikan pameran yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 ini diikuti 1.873 peserta pameran, dengan target 30.000 pengunjung dan potensi transaksi sebesar US$17,5 miliar.

Untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli asing, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi penjajakan bisnis melalui 46 kantor perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara.

Selain melalui pameran dan penjajakan bisnis, Budi menjelaskan pemerintah terus membuka akses pasar ekspor melalui perjanjian perdagangan dengan berbagai negara dan kawasan.

“Selaras dengan petunjuk Bapak Presiden, kami terus melakukan perundingan dagang dengan berbagai negara dan kawasan untuk membuka pasar ekspor. Hingga saat ini, ada 25 perjanjian dagang yang sudah terimplementasi dan 13 perjanjian sedang dalam proses perundingan,” jelas Mendag Budi.

Adapun hasil penjajakan bisnis sebelum TEI ditandai dengan penandatanganan 168 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) senilai US$13,2 miliar antara eksportir Indonesia dan pembeli dari 22 negara pada hari pertama pameran.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *