Ilustrasi garam rakyat. (Foto: Dok. Kementerian Kelautan Perikanan)

Beranda / Ekonomi / 10 Provinsi Penopang Garam Nasional

10 Provinsi Penopang Garam Nasional

PravadaNews – Produksi garam nasional masih bertumpu pada 3 provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ketiga wilayah itu menyumbang sekitar 94,5% produksi yang tercatat dari 10 provinsi sepanjang 2024.

Peta produksi ini tercantum dalam Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2024. Pendataan dilakukan terhadap produksi tambak dan nontambak pada wilayah sentra garam.

Diketahui, Produksi garam nasional mencapai 2.043.276 ton pada tahun tersebut. Jumlah itu terdiri atas sekitar 1.704.334 ton produksi dari 10 provinsi dan sekitar 338.942 ton produksi perusahaan.

Peringkat pertama ditempati Jawa Timur dengan produksi sekitar 863.332 ton. Hasil ini setara dengan 50,7% produksi yang tercatat dari 10 provinsi.

Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan produksi sekitar 536.412 ton. Jumlah tersebut ditopang sejumlah sentra, seperti Pati, Rembang, Demak, dan Jepara.

Adapun Jawa Barat menghasilkan sekitar 210.868 ton dan berada pada urutan ketiga. Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah yang menopang produksi garam di provinsi tersebut.

Gabungan produksi ketiga daerah mencapai sekitar 1.610.612 ton sepanjang 2024. Angka itu setara dengan 94,5% produksi 10 provinsi atau 78,8% dari total produksi nasional.

Di luar Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat menjadi produsen terbesar dengan hasil sekitar 41.866 ton. Produksinya terpaut sekitar 169.002 ton dari Jawa Barat yang berada 1 tingkat di atasnya.

Sulawesi Selatan menempati urutan kelima setelah menghasilkan sekitar 30.062 ton. Nusa Tenggara Timur menyusul pada posisi keenam dengan produksi sekitar 15.794 ton.

Aceh berada pada peringkat ketujuh dengan hasil sekitar 9.303 ton. Bali menempati posisi berikutnya setelah menghasilkan sekitar 7.363 ton sepanjang tahun tersebut.

Dua posisi terakhir ditempati Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Produksi keduanya masing-masing tercatat sekitar 610 ton dan 290 ton.

Jarak produksi antara Jawa Timur dan Gorontalo mencapai sekitar 863.043 ton. KKP juga mencatat produksi nasional 2024 turun 18,4% karena musim kemarau berlangsung lebih pendek dibandingkan tahun sebelumnya.

“Petambak kita di Madura itu kuat dan ulet. Namun, jika infrastruktur dasarnya lemah, hasil garam yang diperoleh tidak akan maksimal,” ungkap Anggota DPRD Jawa Timur, Nurul Huda melalui laman resmi DPRD Jawa Timur, dikutip Kamis (23/7/2026).

Secara keseluruhan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat menjadi 3 penopang terbesar produksi garam nasional sepanjang 2024. Di sisi lain, tujuh provinsi lainnya hanya menyumbang sekitar 5,5% dari total produksi 10 daerah tersebut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *