PravadaNews – Sebanyak 15 penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)–Bandara Internasional Kualanamu (KNO) dan sebaliknya, dibatalkan akibat erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Pembatalan penerbangan terjadi menyusul adanya penutupan operasional Bandara Kualanamu akibat aktivitas vulkanik Gunung Sinabung. Selain pembatalan, sebanyak 14 penerbangan pada rute tersebut mengalami keterlambatan.
Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan mengatakan, erupsi Gunung Sinabung turut memengaruhi penerbangan dari dan menuju Kualanamu, termasuk yang terhubung dengan Bandara Soekarno-Hatta.
“Dampak erupsi Gunung Sinabung turut berpengaruh terhadap penerbangan dari dan menuju Kualanamu, termasuk rute dari Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Yudistiawan dalam keterangannya yang dikutip Kamis (3/9/2026).
Meskipun begitu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan sejumlah maskapai untuk memastikan kondisi penerbangan dan pelayanan kepada penumpang tetap terpantau.
Pada 1 September 2026, trafik penerbangan antara Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu tercatat sebanyak 41 pergerakan. Jumlah tersebut terdiri atas 20 penerbangan kedatangan dan 21 penerbangan keberangkatan dengan estimasi 5.350 penumpang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 penerbangan dari Soekarno-Hatta menuju Kualanamu maupun arah sebaliknya dibatalkan karena kondisi kahar atau force majeure akibat aktivitas vulkanik Gunung Sinabung. Sementara itu, 14 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan.
Yudistiawan menyampaikan, pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta pengaruhnya terhadap operasional penerbangan.
Yudistiawan mengimbau calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan dari atau menuju Kualanamu untuk memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing.
“Kami mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi penerbangan melalui maskapai masing-masing,” ucap Yudistiawan.















