Buah-buahan yang mengandung nutrisi. (Foto: Alodokter)

Beranda / Kesehatan / Malnutrisi Picu Beragam Penyakit

Malnutrisi Picu Beragam Penyakit

PravadaNews – Di balik sepiring makanan yang tak pernah cukup, tubuh perlahan kehilangan sesuatu yang tak kasatmata: zat gizi yang dibutuhkan untuk bertahan dan tumbuh.

Ketika asupan pangan tidak memadai atau tidak seimbang, malnutrisi dapat mengintai siapa saja terutama mereka yang hidup dalam kemiskinan, di tengah bencana, konflik, maupun krisis sosial dan ekonomi.

Jika dibiarkan, kekurangan gizi bukan sekadar membuat tubuh lemah, tetapi juga dapat berkembang menjadi berbagai penyakit dan komplikasi yang mengancam kesehatan.

Tak hanya itu, seseorang yang makan banyak atau pola makannya buruk juga berisiko untuk mengalami malnutrisi jika makanan yang dikonsumsinya tidak mengandung gizi yang memadai, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Malnutrisi juga dapat disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, seperti intoleransi atau gangguan penyerapan nutrisi, gangguan mental, kecanduan narkotika atau alkohol, hingga gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia.

Jika tidak segera ditangani dengan asupan nutrisi yang tepat, malnutrisi dapat menyebabkan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan, yakni Kwashiorkor, yaitu protein sangat dibutuhkan untuk memperbaiki dan memperbarui sel serta jaringan tubuh, mendukung proses pemulihan tubuh ketika terjadi luka atau penyakit, dan mendukung tumbuh kembang janin, bayi, dan anak-anak.

Ketika tubuh kekurangan nutrisi ini, penyakit akibat malnutrisi bernama kwashiorkor akan mengintai.

Kwashiorkor lebih banyak dialami oleh anak-anak dan kasusnya banyak ditemukan di negara-negara berkembang.

Gejala dari penyakit ini antara lain kelelahan, kulit kering dan bersisik, rambut kering atau kusam, perut buncit, hilangnya massa otot, pembengkakan di bawah kulit (edema), perubahan mood, dan susah menambah berat dan tinggi badan.

Kwashiorkor dapat dicegah dan ditangani dengan mengonsumsi makanan berprotein tinggi, seperti daging, susu dan produk susu, ikan, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

selanjutnya Marasmus. Marasmus disebabkan oleh kurangnya asupan kalori secara berkepanjangan, baik dari karbohidrat, lemak, maupun protein.

Marasmus dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, serta berisiko tinggi menyebabkan kematian jika tidak tertangani.

Ciri-ciri orang terkena marasmus adalah tubuh kurus kering dan tulang yang menonjol, terutama tulang iga dan bahu. Selain itu, kulit lengan, paha, dan bokong penderita akan tampak kendur, serta wajahnya terlihat seperti orang tua.

Marasmus umumnya dapat ditangani dan dicegah dengan menjalani pola makan sehat dan bergizi seimbang.

Bedrikutnya Beri-beri. Beri-beri terjadi karena tubuh kekurangan vitamin B1 (thiamine). Vitamin ini berperan penting dalam mengatur kinerja serta fungsi sistem saraf dan otot, menjaga fungsi saluran pencernaan, dan proses metabolisme karbohidrat menjadi energi.

Beri-beri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu beri-beri basah dan beri-beri kering.

Beri-beri basah ditandai dengan gejala berupa sering terbangun di malam hari dengan sesak napas, denyut jantung meningkat, sesak napas saat beraktivitas, dan kaki bagian bawah bengkak.

Beri-beri basah umumnya dapat mengganggu kinerja jantung dan pembuluh darah.

Sementara itu, beri-beri kering dapat memengaruhi sistem saraf. Gejala beri-beri kering antara lain susah berjalan, kaki dan tangan mati rasa atau kesemutan, fungsi otot kaki bagian bawah menurun, nyeri, kesulitan bicara, muntah, dan nistagmus.

Beri-beri bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B1, seperti susu, beras, gandum, buah jeruk, daging sapi, dan kacang-kacangan.

Penyakit berikutnya adalah Skorbut. Vitamin C penting bagi tubuh karena dibutuhkan untuk memproduksi kolagen, penyerapan zat besi, dan pembentukan imunitas tubuh.

Saat tubuh kekurangan asupan vitamin ini, seseorang akan rentan terkena penyakit skorbut atau (scurvy).

Penyakit scurvy ditandai dengan sejumlah gejala, seperti nyeri otot dan sendi, kelelahan, munculnya titik-titik merah di kulit, perdarahan dan pembengkakan pada gusi, hilangnya nafsu makan, berat badan turun, diare, mual, dan demam.

Guna mencegah terkena penyakit malnutrisi satu ini, konsumsilah makanan yang mengandung vitamin C.

Beberapa makanan yang mengandung vitamin C tinggi ialah cabai, tomat, brokoli, kiwi, stroberi, lemon, jeruk, limau, kubis, paprika, nanas, pepaya, mangga, blewah, kembang kol, dan bayam.

Yang terakhir adalah penyakit Anemia. Anemia merupakan penyakit akibat malnutrisi yang disebabkan kurangnya asupan zat besi.

Ketika seseorang terkena anemia zat besi, sejumlah gejala akan dirasakan, seperti kelelahan ekstrim, kulit pucat, detak jantung cepat, kuku rapuh, nyeri dada, kesemutan di kaki, dan kurang nafsu makan.

Anemia dapat diatasi dan dicegah dengan cara mengonsumsi suplemen zat besi atau makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging, hati ayam atau sapi, tahu, tempe, telur, kacang-kacangan, beras merah, seafood, dan sayuran berdaun hijau tua.

Sebagian besar dampak malnutrisi bisa dipulihkan jika ditangani cepat dengan asupan nutrisi yang tepat.

Namun, kalau sudah parah, penanganannya membutuhkan perawatan khusus dari dokter.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat malnutrisi meliputi kelainan fungsi ginjal, imunodefisiensi, kelainan otot, dan demensia.

Pada bayi dan anak-anak, malnutrisi juga bisa menimbulkan gangguan tumbuh kembang dan stunting.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *