Pravadanews – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) bakal melibatkan dunia usaha. Pasalnya, akan ada sekitar 300 perusahaan yang dilibatkan untuk memadamkan titik-titik api di kawasan tersebut.
Ratusan perusahaan itu nantinya akan dibagi ke beberapa zona untuk melakukan pemadaman secara serentak. Salah satu kawasan yang menjadi prioritas adalah Ring 1 yang berada dekat dengan bandara dan merupakan lahan gambut.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, pelibatan perusahaan dilakukan untuk memperkuat personel dan sumber daya yang selama ini telah dikerahkan dalam menangani kebakaran.
Menurut Muhidin, 300 perusahaan tersebut akan disebar ke empat zona yang telah ditentukan. Namun, belum dirincikan lebih jelas terkait empat zona tersebut.
Selain itu, Muhidin juga akan memastikan setiap perusahaan memiliki personel yang benar-benar diterjunkan ke lapangan. Apabila perusahaan tidak memiliki tenaga yang cukup, maka Pemprov Kalsel akan membantu menyediakan personel dari unsur relawan.
Namun, selama relawan dilibatkan, maka perusahaan nantinya akan diminta memberikan honor kepada relawan itu.
“Kalau tidak ada tenaga, kami carikan tenaganya. Tapi kita berikan honor. Supaya tenaga yang kita carikan itu harus ada, mendapat honor. Jadi perusahaan yang memberikan honor,” kata Muhidin saat ditemui di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Untuk memastikan kesiapan personel, Pemprov Kalsel juga akan menggelar apel secara rutin, baik pada pagi, sore, maupun untuk petugas yang bekerja pada shift malam.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pelibatan sekitar 300 perusahaan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk melakukan pemadaman Karhutla secara serentak.
Lebih lanjut, kata Hanif, pihaknya akan menargetkan kebakaran di kawasan prioritas tersebut agar dapat dipadamkan dalam waktu satu hingga dua minggu. Pemadaman dilakukan secara serentak untuk mencegah api kembali menjalar dari satu titik ke titik lainnya.
“Jadi short-term-nya kita padamkan dalam waktu 1-2 minggu, kita gerak serentak 300 unit usaha yang gede, yang besar semua,” ucap Hanif.















