PravadaNews – Kondisi mangkrak nya Stadion Barombong kembali menjadi sorotan setelah proses serah terima aset pihak PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk selaku pemilik lahan dari sebagian wilayah di Stadion Barombong disebut belum juga rampung.
Adapun kondisi itu telah membuat sejumlah fasilitas olahraga stadion masih terkendala dan belum dapat digunakan secara optimal.
Dalam keterangannya, Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Yeni Rahman, menyatakan persoalan utama terletak pada belum adanya proses serah terima resmi dari PT GMTD selaku pihak pemilik lahan ke pemerintah daerah.
Sosok yang akrab disapa Yeni itu menyebut bahwa belum adanya serah terima hibah lahan itu telah
menjadi salah satu penghambat faktor pembangunan stadion yang semestinya sudah difungsikan.
“Iya, kendalanya itu belum ada serah terima dari pihak GMTD. Kemarin dia penjelasan dari Dinas Pemuda dan Olahraga,” ujar Yeni kepada PravadaNews, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: DPRD Sulsel Usut Aset Mangkrak Stadion Barombong
Di sisi lain, mangkraknya stadion Barombong ditengarai juga telah disebabkan beberapa faktor yakni mulai dari pergantian pemimpin yang tak di ikuti dengan kelanjutan progres pembangunan hingga masalah kepemilikan lahan yang menjadi sengketa.
Akibat faktor tersebut hingga saat ini proses pembangunan stadion itu tidak kunjung menemukan titik terang dan justru malah terkesan berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas.
Dalam pertemuan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, Yeni juga mengaku telah menekankan soal pentingnya proses penyelesaian persoalan tersebut secara serius dan bersama-sama.
Yeni menilai setiap kendala atau masalah seharusnya dapat dicari jalan keluarnya selama masi ada komitmen untuk menuntaskannya.
“Jadi saya sampaikan, semua masalah itu kan pasti ada jalan keluarnya. Tapi harus konsen. Harus diseriusi. Yang mana menjadi kendala itu ya kita cari sama-sama,” kata Yeni.
Yeni juga menyoroti kondisi fisik Stadion Barombong yang hingga kini masih belum rampung sepenuhnya. Ia menyayangkan proyek yang telah menghabiskan anggaran sebanyak ratusan miliar itu tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Masih ada beberapa bangunan dari Stadion Barombong yang belum tuntas. Jadi disayangkan sekali sih, karena sudah setengah jalan tapi tidak terpakai,” ujar Yeni.
Meski begitu, Yeni menyebut ada harapan dari masyarakat agar fasilitas di Stadion tersebut tetap masih bisa digunakan meski dalam kondisi belum sempurna.
Yeni menuturkan, bahwa masih ada dorongan agar pemerintah segera mengambil langkah agar aset itu tidak terbengkalai lebih lama.
Yeni menekankan, bahwa stadion Barombong sendiri juga telah lama menjadi ikon proyek infrastruktur yang diharapkan menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat di Sulawesi Selatan.
Yeni menambahkan, namun fakta nya, hingga kini penyelesaiannya juga masih menyisakan sejumlah persoalan administratif dan teknis yang belum tuntas.
“Itu bagus, sayangnya. Dan dari mereka juga sampaikan, tolong dong Bu, kalau bisa digunakan. Karena ya mereka masih bisa manfaatkan dalam kondisi seperti itu,” tutup Yeni.















