PravadaNews + Di tengah berlangsungnya pembicaraan diplomatik dengan Washington,, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa militer negaranya tetap berada dalam kondisi siaga penuh, bahkan menyebut kemungkinan pecahnya perang masih terbuka setiap saat.
“Kami tidak mempercayai musuh. Bahkan sekarang, saat kami duduk di sini, perang bisa saja pecah. Angkatan bersenjata kami berada dalam kesiapan tempur penuh di lapangan,” kata Ghalibaf, seperti dikutip Press TV, dikutip Senin (20/4/2026).
Baca juga : Hari Angkatan Darat: Pemimpin Tertinggi Iran Beri Pujian
Pernyataan itu menggarisbawahi sikap keras Teheran yang tetap menempatkan opsi militer sebagai bagian dari kalkulasi keamanan, meski jalur negosiasi dengan Amerika Serikat masih berjalan untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Ghalibaf juga menepis anggapan bahwa dialog diplomatik dapat melonggarkan kewaspadaan militer Iran. Ia menekankan kesiapan militer tetap berjalan paralel dengan proses perundingan.
“Kami tidak percaya bahwa karena kami sedang bernegosiasi, maka angkatan bersenjata tidak siap. Sebaliknya, seperti halnya orang-orang di jalanan, angkatan bersenjata kami juga siap,” ujar Ghalibaf.















