PravadaNews – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memastikan akan ada kebijakan yang berfungsi untuk mengantisipasi adanya penurunan ekspor komoditas Batubara setelah terbentuknya PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Hal tersebut diperlukan lantaran hadirnya PT DSI berpotensi membuat perubahan regulasi dan menimbulkan kekhawatiran pembeli di luar.
Wakli Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan akan ada regulasi yang menyesuaikan dengan kebijakan ekspor satu pintu.
“Nanti kan itu akan menyesuaikan dengan kebijakan, ya termasuk kebijakan ekspor melalui BUMN ekspor,” ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Kementerian ESDM Konsolidasikan IUP Batubara
Yuliot melanjutkan, Saat ini Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara tengah melakukan pengecekan kembali data-data terkait dengan IUP perusahaan tambang Batubara di Indonesia.
“Jadi untuk konsolidasi IUP ini kan sudah dibagi. Itu kan kalau untuk total batubara, ini mungkin itu perlu dicek data-datanya karena masih dilihat ini kan tidak seluruh IUP sudah masuk dalam fase produksi,” ujarnya.
Yuliot mengatakan, perhitungan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pasar dalam negeri khususnya untuk kebutuhan industri termasuk pembangkit dan porsi ekspor produk Batubara.
“Jadi ini masih dilihat itu porsinya oleh Dirjen Minerba,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, PT DSI itu lahir dari Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam. Dalam PP tersebut, penjualan SDA ke luar negeri dikelola melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
PT DSI akan mengurusi ekspor tiga komoditas di antaranya; minyak kelapa sawit atau CPO, batu bara, paduan besi (ferro alloy).
“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi, kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal,” jelas Presiden dalam pidato di Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (20/5/2026).














