PravadaNews – Kebiasaan mengisap jempol pada anak merupakan hal yang umum terjadi, terutama pada usia bayi hingga balita, dan dalam banyak kasus dapat berhenti dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.
Meski demikian, para orang tua, khususnya Bunda, tetap perlu mengambil peran aktif untuk membantu Si Kecil menghentikan kebiasaan tersebut sedini mungkin.
Pasalnya, jika dibiarkan berlangsung terlalu lama, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan pertumbuhan gigi dan rahang hingga risiko infeksi akibat kuman yang masuk melalui tangan.
Oleh karena itu, pendekatan yang tepat, penuh kesabaran, serta konsistensi dalam membimbing anak sangat diperlukan agar kebiasaan ini dapat dihentikan tanpa menimbulkan tekanan pada Si Kecil.
Agar Si Kecil bisa segera menghentikan kebiasaan mengisap jempol, berikut adalah beberapa hal yang bisa Bunda lakukan:
- Cari tahu penyebabnya
Pertama, cari tahu lebih dahulu penyebab anak suka mengisap jempol. Jika Si Kecil terlihat mengisap jempol saat sedang khawatir atau stres, Bunda bisa mengalihkan ke suatu hal yang bisa membuatnya nyaman, seperti memeluknya atau mengucapkan kata-kata yang membuatnya tenang.
Jika Si Kecil sering mengisap jempolnya saat sedang merasa bosan, berikan ia aktivitas yang menyenangkan, seperti mewarnai gambar, melukis, atau bermain bola bersama.
- Berikan hadiah
Melarang bukanlah solusi yang tepat untuk menghentikan kebiasaan ini. Daripada memarahinya, lebih baik Bunda dan Ayah memberikan hadiah ketika ia berhasil meninggalkan kebiasaan mengisap jempol.
Hadiah yang diberikan tidak harus dalam bentuk barang, tetapi bisa juga berupa kelonggaran aturan. Misalnya, Si Kecil boleh bermain di taman jika berhasil tidak mengisap jempol selama seharian.
- Tetapkan batasan Waktu
Jika anak Bunda sudah cukup besar, Bunda bisa memberinya batasan waktu dalam mengisap jempol. Misalnya, ia hanya diperbolehkan mengisap jempol di sore atau siang hari. Dengan memberikan aturan ini, diharapkan anak dapat menghentikan kebiasaan ini secara pelan-pelan.
- Berikan pemahaman
Berikan anak pemahaman tentang bahaya mengisap jempol. Jelaskan secara sabar bahwa mengisap jempol bisa membawa dampak buruk bagi kesehatannya.
Namun ingat, lakukan dengan cara yang sesuai tahapan usianya, ya. Untuk anak usia 2 tahun, Bunda bisa menjelaskannya dengan kalimat yang sangat sederhana dan menggunakan gambar yang menarik.
- Pakaikan sarung tangan
Bila perlu, Bunda bisa memakaikan Si Kecil sarung tangan. Hal ini akan membuatnya merasa tidak nyaman saat mengisap jempol sehingga perlahan-lahan ia akan menghentikan kebiasan tersebut.
Yang terpenting, jangan lupa untuk memuji Si Kecil jika ia bisa menahan keinginan untuk mengisap jempol. Dengan begitu, ia akan termotivasi untuk berhenti mengisap jempolnya.
Menghentikan kebiasaan mengisap jempol pada anak memang bukan hal yang mudah, tetapi Bunda tidak boleh menyerah dan harus tetap sabar, ya. Ajarkan anak untuk menenangkan diri dengan cara yang lebih sehat daripada mengisap jempol.












