PravadaNews – Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah membuka rekrutmen pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Nelayan Merah Putih.
Adapun agenda rekrutmen KDMP dan Nelayan Merah Putih ini akan diawasi langsung oleh Kementrian Koordinator Bidang Pangan.
Rekrutmen pegawai dua program prioritas pemerintah itu diklaim akan membuka akses puluhan ribu lapangan kerja bagi masyarakat di desa maupun di kota.
Dalam keterangannya, Menteri Pan RB, Rini Widyantini menyebutkan sebanyak 483 ribu orang tercatat telah mengikuti tahapan seleksi awal di dalam proses rekrutmen program KDMP dan Nelayan Merah Putih.
Baca juga: Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Seleksi Pegawai KDMP
Sosok yang akrab disapa Rini itu mengatakan pegawai Kopdes, Kopkel hingga Nelayan Merah Putih itu nantinya akan berstatus pegawai bukan sebagai aparatur sipil negara.
Rini menyebut antusiasme publik sangat tinggi untuk mengikuti test tahapan awal dalam seleksi terkait pegawai KDMP dan Nelayan Merah Putih tersebut.
“Sekarang yang ikut tes sekitar 483 ribu orang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ungkap Rini di gedung Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Rini menuturkan pegawai Kopdes, Kopkel dan juga Nelayan Merah itu nantinya akan berstatus sebagai pegawai koperasi dengan skema berbasis kinerja.
Rini mengatakan, usai dinyatakan lulus rangkaian tahapan seleksi, kemudian akan dilakukan proses penilaian lanjutan dengan skema BUMN yang berbasis poin kinerja dari seluruh calon pegawai.
“Jadi Ini bukan seleksi CPNS atau PPPK. Ini statusnya nanti pegawai koperasi, mengikuti skema BUMN dan berbasis kinerja,” ujar Rini.
Seluruh peserta yang dinyatakan berhasil lolos nantinya juga akan menjalani masa evaluasi kinerja terlebih dulu untuk memastikan kemampuan dan kompetensinya.
“Nanti dididik dulu, kemudian kita lihat kinerjanya. Karena kita cari SDM yang skill-nya benar-benar bagus,” ungkap Rini.
Rini menuturkan, bahwa setiap peserta seleksi dari dua program pemerintah tersebut akan berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan proses pemaksaan Tes di 72 titik dari Aceh hingga Papua.
Rini menekankan, rekrutmen itu akan dijalankan melalui sejumlah tahapan yakni tes wawancara, tes kesehatan dan juga psikologi yang akan dijadwalkan berlangsung 20 hingga 31 Mei 2026.
Sementara hasil akhir dari proses seleksi tersebut akan diumumkan pada 7 Juli 2026 dan peserta yang lolos nantinya akan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu terkait pelatihan dasar dan penguatan kompetensi.
Selain itu, Rini memastikan bahwa proses seleksi atau rekrutmen dari pegawai Kopdes, Kopkel Merah Putih dan Nelayan Merah Putih itu terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia dan tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Rini menambahkan bahwa seluruh masyarakat yang sudah mengirim dokumen data surat lamarannya memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi.
“Ini terbuka untuk seluruh Indonesia. Tidak melihat daerah, yang penting kemampuan dan siap ditempatkan di mana saja,” tutup Rini.
Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan proses rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) atau pegawai dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Nelayan Merah Putih tidak dipungut biaya.
Dalam keteranganya, sosok yang akrab disapa Zulhas itu meminta masyarakat waspada modus atau penipuan yang mengatasnamakan program Kopdes Merah Putih dan Nelayan Merah Putih.
Untuk mendapatkan informasi dari proses rekrutmen itu, masyarakat dapat mengakses satu-satunya portal website resmi pemerintah yakni phtc.panselnas.go.id.
Zulhas menekankan bahwa tidak ada pungutan biaya apapun dalam proses rekrutmen pegawai Kopdes Merah Putih dan Nelayan Merah Putih.
“Kami tegaskan disini satu-satu nya website resmi pemerintah phtc.panselnas.go.id tidak ada hiaya satu rupiah pun tidak ada. Jadi seperti yang kami umumkan dulu tidak ada pungutan biaya apapun,” ungkap Zulhas.
Di sisi lain, Zulhas juga menyebut program Kopdes Merah Putih dan Nelayan Merah Putih merupakan salah satu instrumen investasi yang terbesar bagi masyarakat di desa dan pesisir.
Zulhas menambahkan program KDMP dan Nelayan Merah Putih itu bertujuan untuk menguatkan jalur ekonomi desa dan memutus rantai tengkulak dari para petani.
“Jadi Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagaimana yang telah diperintah oleh presiden tujuannya itu adalah untuk membangun pertumbuhan ekonomi di desa,” pungkas Zulhas.














