Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (BI) (Foto: dok PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / BI Proyeksikan Ritel Bali Tetap Tumbuh

BI Proyeksikan Ritel Bali Tetap Tumbuh

PravadaNews – Bank Indonesia (BI) memperkirakan aktivitas usaha ritel di Bali tetap berada pada jalur pertumbuhan positif dalam enam bulan ke depan, meski ketidakpastian geopolitik global masih berlangsung. Optimisme itu ditopang oleh stimulus fiskal pemerintah dan stabilitas permintaan domestik.

Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan indikator ekspektasi penjualan menunjukkan tren penguatan. Pada Agustus 2026, indeks penjualan diproyeksikan mencapai 194, naik dari 184 pada Juli dan masih berada di zona optimistis.

“Indeks penjualan dalam enam bulan ke depan sebesar 194, atau di atas zona optimis,” kata Erwin dikutio Selasa (21/4/2026).

Baca juga : BNI Dapat Amunisi Baru dari Kemenkeu

Untuk jangka pendek, Erwin menyebut indeks ekspektasi penjualan (IEP) pada Mei 2026 diperkirakan berada di level 174, lebih tinggi dibanding April yang sebesar 170.

Menurut Erwin, angka tersebut mencerminkan keyakinan pelaku usaha terhadap keberlanjutan konsumsi masyarakat.

Pada Maret 2026, indeks penjualan eceran Bali juga masih berada di level optimistis sebesar 123,8. Kinerja tersebut, kata Erwin, terdorong oleh meningkatnya konsumsi pada periode hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri, terutama pada sektor bahan bakar, pakaian, serta makanan dan minuman.

Di sisi kebijakan, BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada Maret 2026. Pemerintah juga disebut melanjutkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh Bali terus menggelar operasi pasar murah untuk komoditas strategis guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Kami bersama TPID terus berupaya menjaga kestabilan harga,” ujar Erwin.

Sementara itu, data Bank Indonesia menunjukkan kredit sektor perdagangan tumbuh 1,46 persen secara tahunan hingga Februari 2026, yang menjadi salah satu penopang aktivitas konsumsi di daerah tersebut. Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali sendiri dilakukan terhadap 100 pengecer di Denpasar dan sekitarnya untuk membaca arah awal pertumbuhan ekonomi berbasis konsumsi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *