PravadaNews – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong Perum Bulog untuk memperkuat pasokan beras premium ke ritel modern di tengah dominasi beras khusus dan beras fortifikasi yang kini banyak beredar di pasaran.
Langkah tersebut dinilai menjadi peluang bagi Bulog untuk memperluas distribusi produk beras komersial miliknya ke jaringan perdagangan modern.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, kondisi beras premium di ritel modern sebenarnya tidak mengalami kelangkaan. Namun, jumlahnya memang tidak sebanyak beras khusus maupun beras fortifikasi yang kini mendominasi rak penjualan.
“Bukan langka. Saya kira kan kami juga kunjung ke lapangan, melihat di ritel modern itu masih ada, tidak banyak tapi ada. Memang juga ada beras fortifikasi,” ujar Ketut dikutip Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Pemerintah Tertibkan Harga Beras Khusus
Menurut Ketut, kondisi tersebut menjadi momentum bagi Perum Bulog untuk mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan pasokan beras premium di pasar ritel modern. Apalagi Bulog saat ini memiliki sejumlah merek beras premium yang sudah dipasarkan secara komersial.
Ketut menyebut beberapa merek beras milik Bulog seperti Befood, Punokawan, dan Setra Ramos dinilai memiliki peluang besar untuk mengisi kekurangan suplai beras premium di pasar modern.
“Ini kesempatan Bulog masuk. Bulog kan punya Befood, punya Punokawan, Setra Ramos. Nah Bulog mengisi kekurangan suplai, bukan langka. Ini diisi oleh Bulog,” kata Ketut.
Ketut menilai, keterlibatan Bulog penting untuk menjaga keseimbangan pasokan beras di pasar modern sekaligus memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat di tengah maraknya penjualan beras khusus dan fortifikasi. Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat distribusi beras premium dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau.















