PravadaNews – Ukraina meluncurkan serangan drone terkoordinasi yang menargetkan infrastruktur energi Rusia di beberapa wilayah sepanjang malam. Serangan menyebabkan 13.000 warga kehilangan aliran listrik di Zaporizhzhia saat Rusia dan Ukraina saling balas serangan drone.
Serangan paling signifikan menghantam Taganrog, Wilayah Rostov, di mana kebakaran besar melanda area pelabuhan setelah drone menghantam kapal tanker, tangki bahan bakar, dan bangunan administratif, demikian dilaporkan oleh kantor berita negara Rusia, RIA Novosti.
Gubernur Rostov, Yury Slyusar, mengonfirmasi serangan tersebut melalui Max, sebuah aplikasi pesan yang didukung pemerintah Rusia.
“Sebuah kapal tanker, tangki bahan bakar, dan bangunan administratif terbakar di pelabuhan Taganrog akibat serangan drone. Berdasarkan informasi awal, tidak ada korban jiwa. Informasi lebih lanjut sedang diklarifikasi,” tulis Slyusar dikutip Al Jazeera, Sabtu (30/6/2026).
Serangan tersebut juga melukai dua warga sipil ketika sebuah drone menghantam sebuah rumah pribadi di Taganrog.
“Malam ini, warga sipil kembali terluka akibat serangan udara di Taganrog. Menurut informasi awal, dua orang terluka ketika sebuah drone menghantam rumah pribadi. Petugas medis sedang memberikan bantuan dan melakukan semua tindakan yang diperlukan,” ujarnya.
Slyusar menambahkan bahwa pertahanan udara Rusia berhasil menghancurkan beberapa drone semalam di empat distrik.
“Selama penangkisan serangan udara di wilayah Rostov pada malam hari, UAV (pesawat tanpa awak) dihancurkan di kota Taganrog, serta distrik Chertkovsky, Matveyevo-Kurgansky, dan Neklinovsky,” katanya, menurut laporan RIA Novosti.
Di desa Grekovo-Timofeyevka, sebuah pipa gas di sebuah rumah terbakar setelah rusak akibat drone. Warga sekitar telah dievakuasi, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
“Di desa Botsmanovo di Distrik Neklinovsky, jendela di dua rumah mengalami kerusakan. Tidak ada korban luka,” tambah Slyusar.
Serangan tambahan juga menghantam fasilitas minyak di Armavir, Krasnodar Krai, dan tangki bahan bakar raksasa terbakar di dekat Yaroslavl akibat serangan drone Ukraina. Kilang minyak Volgograd milik Rusia bahkan terpaksa ditutup menyusul serangan drone tersebut.
Taganrog telah menjadi target beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir Maret 2026, serangan drone di kota tersebut menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya, menurut keterangan pihak berwenang.
Sementara itu, Rusia meluncurkan 90 drone dan dua rudal balistik (Iskander-M/KN-23) ke Ukraina sepanjang malam. Di Zaporizhzhia, sekitar 13.000 penduduk kehilangan aliran listrik setelah serangan merusak infrastruktur energi.
Wilayah Sumy juga mengalami kerusakan pada infrastruktur, rumah warga, dan kendaraan, menurut laporan media lokal Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan pada hari Jumat bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan baru dalam skala besar terhadap Ukraina.
“Kami memiliki data intelijen yang menunjukkan bahwa Rusia sedang mengorganisasi serangan baru berskala besar. Layanan kami bereaksi dengan cepat dan siap,” kata Zelenskyy di Telegram.
Ia mendesak warga negara Ukraina untuk melindungi diri mereka dan meminta para sekutu untuk mempercepat pengiriman sistem rudal Patriot.
Hal ini terjadi setelah Rusia memperingatkan warga asing untuk meninggalkan Kyiv, dengan menyatakan rencana untuk meluncurkan “serangkaian serangan sistematis” terhadap infrastruktur pertahanan, yang diklaimnya tersebar di seluruh ibu kota Ukraina.
Sebuah drone Rusia juga dilaporkan jatuh di sebuah gedung apartemen di Rumania timur pada hari Jumat, melukai dua orang dan meningkatkan ketegangan antara Moskow dan NATO. (Jati)















