PravadaNews – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan pembicaraan dan pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sedang berlangsung.
Araghchi menegaskan, pembicaraan dengan AS saat ini belum ada kata final. Sehingga, informasi yang tersebar di publik saat ini hanyalah spekulasi.
Berbicara dengan televisi pemerintah Iran pada Minggu malam, dilansir dari Kantor Berita IRNA, dikutip Selasa (2/6/2026), diplomat senior itu mengatakan, pembicaraan masih berlangsung.
Baca Juga: Israel Perluas Invasi Hingga ke Sungai Litani Lebanon
Oleh karena itu, apa pun yang dikatakan saat ini tentang negosiasi AS-Iran adalah spekulasi dan tidak boleh dianggap penting, kata Araghchi.
Teheran dan Washington telah terlibat dalam pembicaraan sejak gencatan senjata diberlakukan pada 8 April.
Gencatan senjata menghentikan 40 hari serangan udara balasan yang dimulai setelah AS dan Israel melancarkan perang agresi mereka terhadap Iran, ketika Teheran dan Washington terlibat dalam diplomasi terkait program nuklir Iran.
Kedua pihak telah mengadakan tiga putaran pembicaraan untuk menyelesaikan kebuntuan terkait program tersebut.
Tahun lalu, Iran dan AS juga terlibat dalam negosiasi nuklir ketika Israel menyerang Iran pada 13 Juni.
Dengan mengutip kedua pengalaman tersebut, Iran menekankan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung saat ini harus fokus pada pengakhiran permanen perang, dengan negosiasi nuklir dilakukan setelahnya.















