PravadaNews – Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia tetap surplus USD0,09 miliar pada April 2026. Surplus ini ditopang sektor nonmigas sebesar USD3,53 miliar, sementara sektor migas mengalami defisit USD3,44 miliar.
Secara kumulatif, BPS melaporkan neraca perdagangan Januari–April 2026 surplus USD5,64 miliar. Surplus nonmigas tercatat USD14,16 miliar, namun tertahan defisit migas USD8,52 miliar, lebih rendah dibanding periode sama 2025 yang mencapai USD11,07 miliar.















